Pembinaan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kehidupan setelah bebas.
Pembinaan Kepribadian dan Pendidikan
Selain keterampilan kerja, Lapas Warungkiara juga menjalankan pembinaan kepribadian untuk mendukung kesiapan warga binaan kembali ke masyarakat.
Program tersebut mencakup pembinaan kerohanian dan keagamaan, termasuk kegiatan mengaji dan program nyantri. Warga binaan juga memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan nonformal.
Di bidang jasmani, kegiatan olahraga seperti bola voli, sepak bola, dan bulu tangkis menjadi bagian dari aktivitas yang disediakan. Kegiatan musik turut memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan minat dan kemampuan di bidang kesenian.
Pembinaan kesadaran hukum atau Kadarkum, pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara, serta peringatan hari besar juga menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian.
Berbagai kegiatan tersebut diharapkan membantu warga binaan mengembangkan kemampuan sekaligus memperkuat sikap, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial.
Komentar