Seputar Publik / Berita

1.359 Warga Binaan Lapas Warungkiara Dibina, dari Pelatihan Keterampilan hingga Tantangan Hunian Padat

Program pembinaan di Lapas Kelas IIA Warungkiara mencakup kerajinan, pertanian, perbengkelan, pendidikan, dan kegiatan keagamaan. Di sisi lain, jumlah penghuni mencapai 1.359 orang, jauh melampaui kapasitas 618 orang.
Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menjalankan pembinaan kemandirian dan kepribadian bagi 1.359 warga binaan. Beragam program keterampilan terus dilaksanakan di tengah tantangan kapasitas hunian yang tercatat mencapai lebih dari dua kali lipat daya tampung. Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menjalankan pembinaan kemandirian dan kepribadian bagi 1.359 warga binaan. Beragam program keterampilan terus dilaksanakan di tengah tantangan kapasitas hunian yang tercatat mencapai lebih dari dua kali lipat daya tampung.

Menurutnya, pengamanan dan pembinaan merupakan dua aspek penting dalam penyelenggaraan kehidupan di dalam lapas. Keduanya mendukung pelaksanaan pembinaan kemandirian dan pembinaan kepribadian bagi warga binaan.

Pembinaan Kemandirian, dari Kerajinan hingga Pertanian

Program pembinaan kemandirian di Lapas Warungkiara mencakup berbagai bidang. Warga binaan dapat mempelajari pembuatan keset, anyaman besek ikan, lap atau majun, lukisan, celengan, replika bonsai, serta kotak tisu.

Selain kerajinan tangan, kegiatan pembinaan juga meliputi perbengkelan, perkayuan, peternakan, dan pertanian.

Setiap bidang memberikan pengalaman berbeda. Kerajinan tangan menjadi sarana untuk mengasah ketelitian dan kreativitas, sedangkan kegiatan perbengkelan serta perkayuan memberikan kesempatan mempelajari keterampilan teknis.

Bidang pertanian dan peternakan turut menjadi bagian dari kegiatan produktif. Melalui program tersebut, warga binaan berkesempatan mengenal proses produksi, perawatan, hingga pengelolaan hasil.

Tulis Komentar

Komentar