“Melalui Abang None Cilik ini kami ingin anak-anak Jabodetabek tidak hanya tampil percaya diri, tetapi juga mengenal akar budayanya sendiri. Budaya Betawi harus terus hidup di tengah perkembangan zaman dan itu dimulai dari generasi mudanya, sekaligus sebagai ajang aplikasi pengenalan budaya betawi yang para siswa terima melalui pelajaran PLBJ (Pembelajaran Lingkungan Budaya Jakarta), yang menjadi muatan lokal di Jakarta," ujar H.Beky, Sabtu (16/5/2026)
Menurut dia, Abnon Cilik bukan sekadar ajang kompetisi semata, melainkan ruang pembentukan karakter generasi muda agar lebih unggul, berani tampil, dan tetap memiliki identitas budaya.
“Lembaga Kebudayaan Betawi memiliki tugas mengedukasi, memberi informasi, sekaligus memberikan ruang kepada generasi muda untuk berpartisipasi dan merasakan langsung kegiatan-kegiatan kebudayaan Betawi,” katanya.
Pemilihan Abnon Cilik 2026 terbuka untuk peserta dari wilayah Jabodetabek dengan tiga kategori usia, yakni kategori A usia 5–8 tahun, kategori B usia 9–12 tahun, dan kategori C usia 13–16 tahun.
Selain menjadi ajang unjuk bakat dan wawasan, para peserta nantinya akan diperkenalkan pada berbagai nilai budaya Betawi, mulai dari tradisi, bahasa, seni pertunjukan, hingga etika pergaulan khas masyarakat Betawi.
Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Eddy Prastiyo, menyambut baik kolaborasi antara Ancol dan LKB dalam menghidupkan kembali tradisi Abnon Cilik di kawasan Pasar Seni Ancol.
Komentar