Seputar Publik / Berita

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai 50.000 Kaki, 8 Bandara Terdampak dan 53 SIGMET Diterbitkan

BMKG mendeteksi dua klaster sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga ketinggian 15.000 dan 50.000 kaki. Sejumlah bandara melakukan penyesuaian operasional demi keselamatan penerbangan.
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau melalui citra satelit Himawari-9 hingga ketinggian sekitar 50.000 kaki dan berdampak pada operasional sejumlah bandara, Minggu (6/9/2026). Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau melalui citra satelit Himawari-9 hingga ketinggian sekitar 50.000 kaki dan berdampak pada operasional sejumlah bandara, Minggu (6/9/2026).

Dalam pembaruan BMKG tersebut, sekitar 53 Significant Meteorological Information (SIGMET) telah diterbitkan. SIGMET merupakan informasi meteorologi penting untuk penerbangan yang digunakan sebagai peringatan terhadap kondisi atmosfer yang berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan.

Sejumlah bandar udara di sekitar wilayah terdampak kemudian melakukan penyesuaian operasional. Kondisi tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi terhadap potensi risiko sebaran abu vulkanik terhadap aktivitas penerbangan.

Delapan Bandara Mengalami Penyesuaian Operasional

Berdasarkan pembaruan status operasional bandara pada 6 September 2026 pukul 18.35 WIB, terdapat delapan bandara yang tercantum mengalami penutupan sementara pada waktu yang berbeda.

Berikut rinciannya:

1. Soekarno-Hatta (CGK): ditutup pukul 02.08–23.59 WIB.

2. Halim Perdanakusuma (HLP): ditutup pukul 07.20–23.59 WIB.

3. Radin Inten II, Lampung (TKG): ditutup pukul 04.18–23.59 WIB.

4. Husein Sastranegara, Bandung (BDO): ditutup pukul 12.07–23.59 WIB.

Tulis Komentar

Komentar