Seputar Publik / Opini

Ketika Alam Bergerak, Indonesia Perlu Berhenti Sejenak: Teguran, Peringatan, atau Cermin bagi Para Pemimpin?

Oleh : Rendy Herdiana
Rangkaian bencana dan aktivitas vulkanik di berbagai wilayah Indonesia menjadi momentum bagi bangsa untuk memperkuat mitigasi, memperbaiki tata kelola, serta melakukan introspeksi terhadap arah kehidupan berbangsa dan bernegara.(Foto Ilustrasi). Rangkaian bencana dan aktivitas vulkanik di berbagai wilayah Indonesia menjadi momentum bagi bangsa untuk memperkuat mitigasi, memperbaiki tata kelola, serta melakukan introspeksi terhadap arah kehidupan berbangsa dan bernegara.(Foto Ilustrasi).

Seputarpublik.com || TANGERANG -- Indonesia kembali dihadapkan pada rangkaian bencana dan fenomena alam yang menggugah perhatian. Ketika masyarakat di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat masih menjalani proses pemulihan pascabanjir bandang, perhatian kembali tertuju pada gempa di Nusa Tenggara Timur serta aktivitas vulkanik sejumlah gunung api di Indonesia.

Pertanyaan kemudian muncul: apakah semua ini sekadar dinamika alam, atau patut kita maknai sebagai sebuah teguran dan peringatan?

Secara ilmiah, gempa, erupsi gunung api dan banjir memiliki mekanisme alam masing-masing. Karena itu, bencana tidak boleh begitu saja ditafsirkan sebagai hukuman terhadap pemerintah, pejabat, ataupun kelompok tertentu.

Namun, penjelasan ilmiah bukan alasan bagi manusia untuk berhenti melakukan introspeksi.

Alam tidak perlu marah untuk membuat manusia belajar.

Yang perlu kita khawatirkan bukan hanya ketika bencana terjadi, tetapi ketika kita terus mengulang kesalahan yang membuat masyarakat semakin rentan terhadap bencana.

Tulis Komentar

Komentar