Di beberapa lokasi, warga juga mengeluhkan mata terasa perih setelah berada di luar ruangan dan terpapar debu. Namun, masyarakat tetap diimbau mengacu pada informasi dan panduan dari lembaga resmi terkait dampak abu vulkanik.
Abu Vulkanik Terbawa Angin
Meluasnya sebaran abu vulkanik tidak terlepas dari kondisi atmosfer dan arah angin di sekitar wilayah Gunung Anak Krakatau. Material hasil erupsi dapat terbawa angin sehingga mencapai wilayah yang cukup jauh dari sumber erupsi.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini masih menjadi perhatian. Berdasarkan laporan Badan Geologi, status aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga). Sejak 2 Juli 2026, gunung api tersebut berada pada status tersebut dan masih mengalami rangkaian aktivitas erupsi.
Dalam rekomendasinya, Badan Geologi meminta masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak memasuki wilayah dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya erupsi, termasuk lontaran batu pijar dan hujan abu lebat.
Sebaran Abu Vulkanik Berdampak pada Penerbangan
Komentar