Seputar Publik / Berita

AI Makin Canggih, Direktur Baru LPDS Jimmy Silalahi Ungkap Tantangan Serius Pers Indonesia

Di tengah disrupsi teknologi, banjir informasi, dan perubahan algoritma digital, LPDS menegaskan pentingnya menjaga etika jurnalistik, independensi media, serta kepercayaan publik.
Pergantian kepemimpinan Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) menjadi momentum memperkuat kompetensi wartawan dan menjaga kualitas jurnalistik di tengah perkembangan kecerdasan buatan serta perubahan ekosistem media digital Pergantian kepemimpinan Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) menjadi momentum memperkuat kompetensi wartawan dan menjaga kualitas jurnalistik di tengah perkembangan kecerdasan buatan serta perubahan ekosistem media digital

Tantangan tersebut turut menjadi perhatian Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto. Dalam sambutannya, Totok menyoroti pesatnya pertumbuhan pers digital yang berjalan beriringan dengan meningkatnya kompleksitas persoalan di ruang informasi.

Banjir informasi, perubahan algoritma platform digital, dan perkembangan AI dinilai membuat masyarakat semakin membutuhkan kemampuan untuk membedakan berita berkualitas dari konten yang tidak memenuhi standar jurnalistik.

“Sekarang ini pers digital tumbuh luar biasa, tetapi juga menghadapi tantangan berat. Banjir informasi, disrupsi algoritma, dan kehadiran AI membuat batas antara berita berkualitas dan sekadar konten menjadi kabur,” ujar Totok.

Dalam situasi tersebut, Totok menilai LPDS memiliki peran penting dalam menjaga marwah jurnalistik melalui pendidikan dan peningkatan kompetensi wartawan.

Dewan Pers, lanjut dia, akan terus mendukung program pendidikan pers agar jurnalis Indonesia memiliki kemampuan profesional sekaligus menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik di era digital.

Dukungan tersebut penting karena perubahan teknologi tidak hanya memengaruhi cara berita diproduksi, tetapi juga bagaimana informasi didistribusikan, dikonsumsi, dan dipercaya masyarakat.

Tulis Komentar

Komentar