Ia menegaskan bahwa komunikasi yang terbuka antara pemerintah daerah dan insan pers penting untuk mendukung pembangunan. Namun, kemitraan tersebut harus tetap menghormati independensi media dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Program Nyata Menjadi Tantangan Kepengurusan Baru
Setelah pelantikan, tantangan berikutnya bagi AMKI Musi Rawas adalah merealisasikan program kerja yang memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat.
Sejumlah agenda yang dapat menjadi prioritas meliputi pelatihan jurnalistik, peningkatan kualitas pemberitaan, pengembangan platform digital, serta penguatan tata kelola perusahaan media sesuai dengan ketentuan hukum dan standar jurnalistik.
Keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari pelaksanaan seremoni pelantikan, tetapi juga dari konsistensi menjalankan program, meningkatkan kapasitas anggota, dan memberikan kontribusi bagi perkembangan pers di daerah.
Di tengah perubahan industri media, inovasi digital perlu berjalan seiring dengan penerapan kode etik jurnalistik, akurasi informasi, keberimbangan pemberitaan, dan tanggung jawab kepada publik.
Kolaborasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas akses informasi pembangunan. Namun, independensi pers harus tetap menjadi prinsip utama agar media dapat menjalankan perannya sebagai penyedia informasi sekaligus pengawas kepentingan publik.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, AMKI Musi Rawas diharapkan mampu memperkuat perusahaan media yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, profesional dalam menjalankan kegiatan jurnalistik, dan konsisten menjaga kepercayaan masyarakat.
*(Penulis; Redaksi)
Komentar