Seputar Publik / Berita

Anggota DPR RI Ingatkan Etika Digital di Era AI: Jangan Asal Sebar Informasi

Syahrul Aidi Maazat menilai kecerdasan artifisial membawa peluang sekaligus risiko, sehingga literasi digital harus dibarengi kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab.
Anggota Komisi I DPR RI Syahrul Aidi Maazat saat menjadi pembicara dalam Forum Diskusi Publik bertema “Etika Digital di Era AI: Cerdas Berteknologi, Bijak Berinformasi”, Kamis (27/8/2026). Anggota Komisi I DPR RI Syahrul Aidi Maazat saat menjadi pembicara dalam Forum Diskusi Publik bertema “Etika Digital di Era AI: Cerdas Berteknologi, Bijak Berinformasi”, Kamis (27/8/2026).

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana teknologi benar-benar menjadi alat untuk mencerdaskan masyarakat, bukan sebaliknya membuat masyarakat mudah dipengaruhi, mudah terprovokasi dan mudah menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” tegasnya.

Pakar: Penggunaan AI Harus Diikuti Tanggung Jawab

Pakar Ade Rahmatullah, S.Fil.I., M.M., mengatakan kehadiran AI telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh, memproduksi dan menyebarkan informasi.

Menurutnya, perubahan tersebut membutuhkan kemampuan baru agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami konsekuensi dari setiap aktivitas yang dilakukan di ruang digital.

Kemudahan menghasilkan konten dengan bantuan AI, kata Ade, harus diikuti tanggung jawab untuk memastikan konten tersebut tidak melanggar etika, merugikan orang lain maupun menyebarkan informasi yang menyesatkan.

Sementara itu, akademisi Wamdi, S.Pd., M.H., menilai pendidikan mengenai etika digital perlu diperkuat sejak dini, terutama kepada generasi muda yang menjadi salah satu kelompok aktif dalam penggunaan teknologi dan media sosial.

Tulis Komentar

Komentar