Salah satu aktivitasnya adalah membantu menagih setoran hasil penyewaan armada Metro Mini milik ayahnya di Terminal Blok M. Uang yang dipegangnya pada masa itu terbilang besar bagi seorang mahasiswa.
Pada awal 1980-an, ketika harga beras masih berada di kisaran ratusan rupiah per kilogram dan harga emas sekitar Rp10.000 per gram, uang setoran yang diterimanya memberikan keleluasaan untuk menikmati kehidupan anak muda di Ibu Kota.
Namun, kehidupan malam juga mempertemukannya dengan berbagai risiko. Di antara teman-temannya, ada seorang sahabat yang mengalami kecanduan narkoba. Buyung sempat mengira sahabatnya itu mampu mengendalikan ketergantungannya. Kenyataannya berbeda: sang sahabat meninggal dunia akibat overdosis narkoba.
Peristiwa tersebut menjadi pukulan tersendiri bagi Buyung. Di tengah lingkungan yang membuat alkohol, narkoba, dan pergaulan malam mudah dijumpai, pengalaman kehilangan seorang sahabat menghadirkan kenyataan pahit tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.
Pengalaman itu kemudian menjadi salah satu titik balik penting dalam grafik kehidupannya.
Dari Pengalaman Pribadi Menuju Pengabdian Sosial
Komentar