Seputar Publik / Berita

Bang Foke: Tradisi Bandeng Rawa Belong Cerminkan Akulturasi Budaya dan Potensi Wisata Jakarta

Warisan Betawi–Tionghoa dinilai bisa jadi magnet pariwisata lewat Festival Bandeng Rawa Belong 2026
Bang Foke saat diskusi budaya Ngopi Bandeng menilai tradisi Bandeng Rawa Belong sebagai simbol akulturasi Betawi–Tionghoa sekaligus potensi penguatan pariwisata Jakarta. Bang Foke saat diskusi budaya Ngopi Bandeng menilai tradisi Bandeng Rawa Belong sebagai simbol akulturasi Betawi–Tionghoa sekaligus potensi penguatan pariwisata Jakarta.

Seputarpublik.com, JAKARTA — Tradisi penjualan ikan bandeng menjelang perayaan Tahun Baru Imlek di kawasan Rawa Belong, Jakarta Barat, dinilai memiliki nilai strategis bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai potensi penguatan sektor pariwisata Ibu Kota.

Penilaian tersebut disampaikan Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB), Dr. Ing. H. Fauzi Bowo, saat menghadiri diskusi budaya bertajuk Ngopi Bandeng di Bale Kopi Baba, Duri Kosambi, Cengkareng, Sabtu (31/1/2026). Fauzi Bowo yang akrab disapa Bang Foke itu juga merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012.

Diskusi tersebut dihadiri tokoh Betawi, akademisi, pegiat budaya, serta perwakilan DPRD DKI Jakarta, dengan fokus pada pelestarian tradisi Bandeng Rawa Belong yang rutin digelar menjelangImlek.

Simbol Harmoni Budaya Jakarta

Menurut Bang Foke, tradisi perdagangan bandeng di Rawa Belong telah berlangsung puluhan tahun dan menjadi fenomena sosial yang unik di Jakarta. Meski berkaitan erat dengan perayaan Imlek, aktivitas tersebut justru diramaikan oleh masyarakat Betawi.

Tulis Komentar

Komentar