> “Manusia kadang berpikir bahwa progres itu akan linier. Tapi tidak, progres itu kadang meminta kita untuk belok kiri atau belok kanan ke area yang belum kita ketahui. Kalau hari ini kalian belum tahu mau jadi apa, tidak usah khawatir. Yang paling penting adalah terus melakukan evaluasi agar kita memahami di mana letak potensi sejati kita,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jatmiko turut menceritakan pengalaman pribadi ketika harus mengesampingkan ego dan kesombongan intelektual dalam perjalanan kariernya.
Menurut dia, pengalaman memimpin transformasi bisnis serta menyatukan budaya kerja dari berbagai wilayah operasional memberikan pelajaran penting mengenai keberagaman karakter manusia dan pentingnya kemampuan beradaptasi dalam kepemimpinan.
Mengelola Ekspektasi dan Bekerja dengan Hati
Selain kemampuan akademik, Jatmiko menilai dunia industri membutuhkan talenta muda yang memiliki growth mindset atau pola pikir bertumbuh serta kecerdasan emosional yang baik.
Salah satu bentuk kedewasaan tersebut, menurutnya, adalah kemampuan menerima hasil yang tidak selalu sesuai dengan ekspektasi.
Komentar