Di antaranya aktivis Andi Angga yang berada di kapal Josef, jurnalis Bambang Noroyono dari Republika di kapal Bolarize, serta tiga WNI lainnya yang berada di kapal Ozgurluk, yakni Andre Prasetyo dari Tempo TV, Thoudy Badai dari Republika, dan Heru Rahendro dari iNews.
Sementara itu, empat WNI lainnya dilaporkan masih melanjutkan pelayaran menuju Gaza dalam rangka misi kemanusiaan tersebut.
Syahrul menilai tindakan Israel semakin menunjukkan sikap represif dan pengabaian terhadap hukum humaniter internasional di tengah memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza.
“Dunia internasional tidak boleh diam terhadap tindakan seperti ini. Solidaritas kemanusiaan tidak boleh dibungkam,” tegasnya.
BKSAP DPR RI juga mendesak pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, agar segera mengambil langkah diplomatik maksimal untuk memastikan keselamatan serta pembebasan seluruh WNI yang ditangkap.
Menurut Syahrul, upaya diplomatik perlu melibatkan berbagai jalur internasional, termasuk United Nations>, organisasi kemanusiaan global, serta negara-negara sahabat Indonesia.
“Kami meminta pemerintah bergerak cepat melalui jalur diplomatik internasional agar seluruh WNI dapat segera dibebaskan dan dipulangkan dengan selamat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa perjuangan kemanusiaan untuk rakyat Palestina tidak boleh terhenti akibat intimidasi maupun tindakan represif.
“Solidaritas terhadap Palestina adalah amanat konstitusi sekaligus panggilan kemanusiaan. Peristiwa ini tidak boleh menyurutkan dukungan dunia terhadap rakyat Gaza yang hingga kini masih menghadapi blokade, serangan militer, dan krisis kemanusiaan berkepanjangan,” tutupnya.(Red)*
Komentar