Seputarpublik.com || JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali menerbitkan Peringatan Dini Cuaca Indonesia yang berlaku pada 14 hingga 16 Juli 2026. Masyarakat di berbagai wilayah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, serta kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, genangan, dan tanah longsor.
Berdasarkan informasi resmi BMKG, wilayah yang berstatus Waspada mengalami perubahan pada setiap hari sesuai perkembangan kondisi atmosfer.
Pada 14 Juli 2026, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Kalimantan Utara, Papua Pegunungan, dan Papua.
Memasuki 15 Juli 2026, status Waspada berlaku untuk Kalimantan Barat dan Sulawesi Barat, sementara Papua meningkat ke status Siaga karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.
Selanjutnya, pada 16 Juli 2026, wilayah yang diprakirakan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Sumatera Utara, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Pegunungan, dan Papua.
Selain curah hujan tinggi, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang di sejumlah daerah, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Gorontalo, Kalimantan Barat, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Papua Barat, serta beberapa wilayah lain sesuai pembaruan prakiraan cuaca harian.
BMKG menjelaskan, cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan berbagai dampak, seperti genangan air, luapan sungai, banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, pelayanan publik, maupun infrastruktur.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG maupun aplikasi InfoBMKG, serta segera melaporkan kejadian bencana kepada instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
BMKG menegaskan bahwa kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko dampak bencana hidrometeorologi, khususnya selama periode cuaca yang berpotensi ekstrem. Dengan mengikuti informasi resmi dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, masyarakat diharapkan dapat meminimalkan risiko yang ditimbulkan akibat perubahan cuaca.(Rend')*
*Sumber: Ig resmi BMKG