LKB juga menyambut baik pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat Silaturahmi Akbar Majelis Kaum Betawi (MKB) yang menyampaikan bahwa muatan lokal Betawi akan diwajibkan di sekolah-sekolah di Jakarta.
Beky menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah strategis untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai budaya Betawi kepada generasi muda sejak dini.
“Muatan lokal ini juga menjadi bagian dari upaya membetawikan Jakarta,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh komponen masyarakat Betawi untuk bersama-sama menyiapkan berbagai konsep kebudayaan dalam mendukung komitmen penguatan identitas Betawi di Jakarta.
“Ini tentu bisa menjadi legacy penting bagi Gubernur Pramono Anung sekaligus bagi para tokoh Betawi dalam memperkuat posisi budaya Betawi di kota ini,” tuturnya.
Usai berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan salat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah, kemudian ditutup dengan ramah tamah antara para seniman, pelaku budaya, dan pengurus LKB.
Pengurus LKB yang hadir antara lain Yahya Andi Saputra, Imbong Hasbullah, H. Hendi, Yoyo Muchtar, Igoees, Yusron Sjarief, Harsa, Sayadi, H.Mas'ud, dan Mola Manaf.(hel)
Komentar