Beranda
Seputar Publik / Berita

CFD Rasuna Said Ditiadakan Sementara, Pemprov DKI Pastikan Kembali Digelar Juni 2026

Evaluasi teknis jadi alasan penghentian sementara HBKB di Jalan HR Rasuna Said, Pemprov DKI siapkan perbaikan fasilitas dan penataan kawasan demi kenyamanan masyarakat.
CFD Rasuna Said Libur Sementara! Pemprov DKI Benahi Fasilitas, Siap Hadir Kembali Juni 2026 CFD Rasuna Said Libur Sementara! Pemprov DKI Benahi Fasilitas, Siap Hadir Kembali Juni 2026

Seputarpublik.com || JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meniadakan sementara pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di koridor Jalan HR Rasuna Said pada Minggu, 17 Mei 2026.

Kebijakan ini diambil sebagai tindak lanjut atas hasil evaluasi teknis pelaksanaan HBKB sebelumnya. Meski demikian, Pemprov memastikan kegiatan tersebut akan kembali digelar mulai Juni 2026, setiap hari Minggu pukul 05.30 hingga 09.00 WIB, setelah berbagai aspek pendukung selesai dibenahi.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa hasil evaluasi menunjukkan pelaksanaan HBKB di Jalan HR Rasuna Said memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam menyediakan alternatif ruang publik untuk berolahraga serta membantu meningkatkan kualitas udara di kawasan tersebut.

“HBKB di Jalan HR Rasuna Said menambah pilihan ruang olahraga dan ruang interaksi publik bagi masyarakat. Hasil pengukuran kualitas udara selama pelaksanaan juga menunjukkan kondisi yang lebih baik dibandingkan hari kerja biasa,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).

Selain itu, keberadaan koridor baru HBKB dinilai mampu membantu mengurangi kepadatan pengunjung di kawasan Sudirman–Thamrin yang selama ini menjadi pusat utama aktivitas CFD di Jakarta.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI Jakarta, jumlah pengunjung di koridor Jalan Jenderal Sudirman–MH Thamrin tercatat menurun dari 29.256 orang pada 3 Mei 2026 menjadi 13.759 orang pada 10 Mei 2026, atau turun sekitar 52,97 persen.

“Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan HBKB di HR Rasuna Said efektif memecah konsentrasi aktivitas masyarakat sehingga distribusi pengunjung menjadi lebih merata,” kata Syafrin.

Namun demikian, evaluasi lapangan juga menemukan sejumlah kendala teknis yang perlu segera ditangani. Di antaranya belum tersedianya titik putar kendaraan di sisi timur dan barat koridor, belum optimalnya pemasangan pembatas jalur Transjakarta, serta masih ditemukannya parkir liar di beberapa titik.

Selain itu, penataan pelaku UMKM juga dinilai belum tertib karena sebagian aktivitas pedagang meluas hingga menggunakan badan jalan. Beberapa proyek pekerjaan jalan di rute alternatif turut menjadi faktor yang memicu kepadatan lalu lintas.

Pemprov DKI juga menyoroti perbedaan elevasi jalan pascapembongkaran tiang monorel yang dinilai dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Penumpukan aktivitas masyarakat di kawasan Plaza Festival pun menjadi perhatian karena mendorong pelari dan pesepeda menggunakan jalur bus Transjakarta.

Syafrin menegaskan seluruh catatan evaluasi tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas perangkat daerah, termasuk penyusunan regulasi resmi sebagai dasar hukum pelaksanaan HBKB di koridor Jalan HR Rasuna Said.

“Perbaikan fasilitas pendukung dan penataan aktivitas masyarakat akan dilakukan agar pelaksanaan HBKB di Rasuna Said ke depan dapat berlangsung lebih aman, nyaman, tertib, dan optimal,” tegasnya.

Pemprov DKI berharap kehadiran koridor baru HBKB di kawasan HR Rasuna Said nantinya dapat semakin memperluas akses masyarakat terhadap ruang publik yang sehat, sekaligus mendukung pemerataan aktivitas warga dan mengurangi kepadatan di pusat CFD Jakarta.(*/hel)