“Segera laksanakan orientasi, pelajari karakteristik medan, situasi dan kondisi daerah setempat sehingga bila terjadi hal-hal tidak diinginkan maka dapat mengambil tindakan yang tidak bertentangan dengan HAM serta menyesuaikan diri dengan adat istiadat atau norma yang berlaku dalam masyarakat di mana kalian bertugas. Mantapkan langkah kalian menuju medan tugas, disiplin dalam setiap tindakan serta pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit serta Delapan Wajib TNI. Tetap jaga dan pertahankan nama baik Kodam IX/ Udayana dan TNI Angkatan Darat”.Tegas Orang Nomor Satu dijajaran Korem 162/WB ini.

Satgas Pamtas RI-RDTL merupakan garda terdepan dalam menjaga perbatasan negara, sehingga dalam melaksanakan tugas selalu pegang teguh disiplin dengan memahami rantai komando yang efektif dan efesien guna mencegah terjadinya pelanggaran perbatasan. Laksanakan di wilayah pembinaan teritorial dengan sebaik-baiknya sebagai komitmen TNI AD, dimana keberadaanya menjadi solusi untuk membantu kesulitan rakyat.
Saya yakin dan percaya jika penekanan ini diterapkan dengan baik, maka dalam pelaksanaan tugas akan dapat berjalan sesuai dengan harapan dari Pimpinan Komando atas.
Sebelum mengakhiri amanatnya, Jenderal kelahiran Bandung ini menyampaikan beberapa hal untuk dipedomani oleh seluruh prajurit yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-RDTL TA 2023/2024, agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tegakkan disiplin, selalu waspada, tidak boleh sombong dan arogan serta jangan pernah ragu untuk berbuat yang terbaik demi NKRI. Perhatikan faktor keamanan personel dan materiil selama dalam perjalanan maupun di medan tugas. Berangkatlah dengan penuh motivasi dan kemantapan hati untuk kejayaan Bangsa dan Negara Republik Indonesia.
Pemberangkatan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 742/SWY melaksanakan tugas menjaga perbatasan wilayah RI-RDTL kali ini, akan melaksanakan tugas pengamanan selama 1 tahun. (Team SP)
Komentar