Menurutnya, kehadiran Program Magister beridentitas "Magister Berbasis Industri Perkebunan dan Keberlanjutan" menjadi ruang akademik yang relevan bagi para profesional, praktisi, maupun pembuat kebijakan untuk memperdalam keilmuan sesuai kebutuhan pengembangan industri sawit nasional.
Sementara itu, Rektor ITSI Dr. Purjianto, SE., MM. menyampaikan bahwa pembukaan Program Magister (S2) Sosial Ekonomi Pertanian merupakan langkah strategis dalam memperluas kontribusi ITSI terhadap pembangunan sektor pertanian dan perkebunan.
"Pembukaan program studi ini merupakan wujud komitmen ITSI dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menjawab tantangan pembangunan sektor pertanian dan perkebunan yang semakin kompleks dan dinamis. Ini juga menjadi tonggak awal bagi ITSI dalam memperluas peran dan kontribusinya di bidang pendidikan tinggi berbasis perkebunan," jelasnya.
Program Magister ITSI akan memberikan gelar Magister Pertanian (M.P.) kepada para lulusannya. Untuk mendukung kebutuhan kalangan profesional, aparatur negara, maupun pekerja industri, sistem perkuliahan diselenggarakan secara hybrid, memadukan pembelajaran luring dan daring.
Mahasiswa juga akan memperoleh pembelajaran dari kolaborasi akademisi dan praktisi industri perkebunan, serta didukung berbagai fasilitas, seperti ruang kelas eksekutif, plantation class, perpustakaan, student lounge, jejaring dunia usaha dan industri, peluang riset, hingga program benchmarking ke luar negeri.
Saat ini, Pendaftaran Mahasiswa Baru Program Magister ITSI Tahun Akademik 2026/2027 masih dibuka bagi lulusan sarjana (S1) dari berbagai disiplin ilmu. Kehadiran program ini diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan siap menjawab tantangan pembangunan industri perkebunan Indonesia yang berkelanjutan.(Red)*
Komentar