Seputar Publik / Berita

Dominasi Pasar Domestik, CPO PTPN IV PalmCo Perkuat Sertifikasi RSPO dan ISPO Menuju 100 Persen Keberlanjutan

Meski 99 persen produksi CPO diserap dalam negeri, PTPN IV PalmCo tetap meningkatkan kepatuhan standar global dan nasional, memperkuat traceability rantai pasok, serta menargetkan sertifikasi penuh RSPO dan ISPO pada 2030
PTPN IV PalmCo memperkuat komitmen keberlanjutan dengan meningkatkan sertifikasi RSPO dan ISPO mendekati 100 persen, meski 99 persen produksi CPO diserap pasar domestik dan tetap memperkuat keterlacakan rantai pasok dari kebun hingga pabrik. PTPN IV PalmCo memperkuat komitmen keberlanjutan dengan meningkatkan sertifikasi RSPO dan ISPO mendekati 100 persen, meski 99 persen produksi CPO diserap pasar domestik dan tetap memperkuat keterlacakan rantai pasok dari kebun hingga pabrik.

Seputarpublik.com, JAKARTA — Di tengah fokus pemerintah dalam memperkuat ketahanan pasokan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk kebutuhan dalam negeri, Subholding PTPN III (Persero) melalui PTPN IV PalmCo memastikan produknya tetap memenuhi standar keberlanjutan global. Hampir seluruh produksi CPO perusahaan diserap pasar domestik, namun komitmen terhadap sertifikasi internasional dan nasional terus dikejar hingga mendekati 100 persen.

Berdasarkan data operasional perusahaan hingga 2025, tren kepatuhan terhadap standar keberlanjutan menunjukkan peningkatan signifikan, baik untuk standar sukarela global Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) maupun standar mandatori nasional Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).


Untuk sertifikasi RSPO, sebanyak 67 dari total 71 Pabrik Kelapa Sawit (94,36 persen) telah tersertifikasi. Sementara di sektor hulu, 124 dari 149 kebun (83,22 persen) juga telah mengantongi sertifikat serupa.

Adapun capaian terhadap standar ISPO tercatat lebih tinggi, yakni 68 dari 71 pabrik (95,77 persen) serta 136 dari 149 kebun (91,27 persen) telah memenuhi standar keberlanjutan nasional tersebut.

Tulis Komentar

Komentar