Saat menyampaikan itu, ketua dewan tersebut didampingi Ronny H, yang diberi kesempatan menyampaikan pendapatnya terkait sejumlah persoalan tersebut.
” Antara masyarakat dan perusahaan leasing tentunya ada hubungan saling membutuhkan, karena banyak yang terbantu untuk bisa dapat kemudahan memperoleh kendaraan yang diinginkan, tapi kita berharap perusahaan leasing memperhatikan kearifan lokal, jangan sewenang – wenang, dan konsumen pun mesti bijaksana memenuhi tanggungjawabnya,” ujar Ronny.
Dia menegaskan pihaknya akan terus mengawasi persoalan yang berkaitan antara pihak leasing dan konsumen di Aceh Timur, dan juga akan terus mengawal sejumlah pihak terkait konstribusi dan CSR perusahaan di Aceh Timur.
“Kami akan terus mendorong DPRK untuk lebih ketat lagi mengawasi persoalan perusahaan di Aceh Timur, bukan hanya perusahaan leasing, tapi semua, jangan hanya cari untung saja di sini, tapi tak ada konstribusinya bagi daerah dan pengembangan masyarakat, kedepannya ini akan jadi fokus kami,” tutupnya.
Sehari sebelumnya, puluhan awak media mendatangi kantor Adira Idi Rayeuk, bermaksud ingin berdialog dan mempertanyakan soal penarikan sejumlah kendaraan milik konsumen, namun upaya awak media itu ditolak, karena pimpinan Adira tersebut hanya bersedia bertemu dengan satu atau dua orang awak media saja.
Meski pun sempat terjadi cek cok antara awak media dan petugas Adira, dan tidak menemukan kesepakatan, awak media pun bergegas meninggalkan kantor itu menuju gedung DPRK untuk menemui Ketua DPRK Aceh Timur, Fatah Fikri.
(Hs)
Komentar