Akibat bentrok tersebut, dua warga yang diserang terluka karena terkena panah, sedangkan tiga anggota polisi menjadi korban karena terkena batu dan panah.
Salah satu warga yang terkena panah, terang Kamal, diduga merupakan salah satu pelaku yang mengakibatkan Yanus Kalolik meninggal dunia.
“Diduga salah satu korban bernama Hisay Elopere yang mengalami luka panah di bagian punggung, adalah salah satu pelaku penganiayaan,” ungkapnya.
Sementara korban dari anggota Polisi adalah Aipda zainal efendi terkena panah di bagian kaki, Bripda Glen Rumbiak terkena panah di kaki kanan dan Bripda Emanuel Rizal Faldo Heroka terkena goresan panah di pelipis kanan.
Seluruh korban saat ini sudah dirawat di RSUD Wamena dan Polisi terus bersiaga untuk mengantisipasi adanya bentrok susulan.
“Saat ini situasi kamtibmas di Kabupaten Jayawijaya pasca pertikaan relatif kondusif, personel gabungan dapat melerai antara kedua belah pihak dan dapat dikendalikan. Aparat TNI-Polri masih melakukan patroli di beberapa titik di Kota Wamena,” pungkas Kamal.
Mengenai kerugian materil, Kamal menyebut setidaknya dua rumah kos-kosan terbakar, dua unit mobil rusak, tiga unit rumah mengalami perusakan, satu gapura terbakar, satu honai dapur terbakar dan empat kios terbakar.
Komentar