Seputar Publik / Berita

Dukungan untuk Karyoto Menguat, Ketua PWNU Jabar Nilai Komjen Pol Karyoto Layak Jadi Kapolri

KH Juhadi Muhammad menilai Komjen Pol Karyoto memiliki rekam jejak panjang, pendekatan humanis, serta kedekatan dengan ulama dan masyarakat yang menjadi modal kepemimpinan Polri di masa depan.
Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad menyampaikan pandangannya mengenai sosok Komjen Pol Karyoto yang dinilai memiliki pengalaman, rekam jejak, dan pendekatan humanis sebagai salah satu figur potensial untuk memimpin Polri di masa mendatang. Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad menyampaikan pandangannya mengenai sosok Komjen Pol Karyoto yang dinilai memiliki pengalaman, rekam jejak, dan pendekatan humanis sebagai salah satu figur potensial untuk memimpin Polri di masa mendatang.

Seputarpublik.com || BANDUNG – Wacana mengenai pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mulai menjadi perhatian publik. Sejumlah nama perwira tinggi Polri disebut-sebut memiliki peluang untuk menduduki posisi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), salah satunya Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Karyoto.

Di tengah wacana tersebut, dukungan terhadap Komjen Pol Karyoto muncul dari berbagai kalangan. Salah satunya disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Juhadi Muhammad, S.H.

KH Juhadi menilai Komjen Pol Karyoto merupakan sosok pemimpin yang memiliki kapasitas, pengalaman, serta kedekatan dengan masyarakat dan kalangan ulama.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan figur pemimpin Polri yang tidak hanya memiliki kemampuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mampu membangun sinergi dengan berbagai elemen bangsa dalam mendukung program pembangunan nasional.

"Komjen Pol Karyoto adalah pemimpin yang memiliki pengalaman lengkap, integritas, serta kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat. Dalam berbagai penugasan strategis yang pernah diembannya, beliau selalu membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, kelompok tani, hingga organisasi kemasyarakatan," ujar KH Juhadi kepada wartawan.

Tulis Komentar

Komentar