Beranda
Seputar Publik / Berita

Ekonomi Pascabencana Sumatera Mulai Bangkit, Transaksi E-Commerce UMKM Tembus 7,4 Juta

Satgas PRR mencatat lonjakan transaksi digital UMKM di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat seiring pulihnya jaringan telekomunikasi dan program “UMKM Sumatera Bangkit”
Transaksi e-commerce produk UMKM di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat meningkat tajam hingga menembus 7,4 juta transaksi seiring pulihnya jaringan telekomunikasi dan dukungan program UMKM Sumatera Bangkit. (Dok. Satgas PRR/kementrian UMKM). Transaksi e-commerce produk UMKM di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat meningkat tajam hingga menembus 7,4 juta transaksi seiring pulihnya jaringan telekomunikasi dan dukungan program UMKM Sumatera Bangkit. (Dok. Satgas PRR/kementrian UMKM).

Seputarpublik.com, SUMATERA -- Aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya transaksi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui berbagai platform e-commerce dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) hingga 4 Maret 2026, jumlah transaksi UMKM di wilayah terdampak bencana tercatat mencapai 7.461.422 transaksi. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan data pada 23 Januari 2026 yang masih berada di kisaran 1.029.598 transaksi.

Data tersebut dihimpun dari aktivitas penjualan di sejumlah platform digital seperti Tokopedia, Shopee, dan TikTok.

Jika dirinci berdasarkan provinsi, peningkatan transaksi terlihat di masing-masing wilayah. Di Aceh, jumlah transaksi tercatat sekitar 10.230 transaksi pada 4 Februari dan meningkat menjadi 24.841 transaksi pada 4 Maret.

Sementara itu di Sumatera Utara, transaksi e-commerce tercatat 285.737 transaksi pada 4 Februari, lalu meningkat signifikan menjadi sekitar 2.162.858 transaksi pada 4 Maret.

Adapun di Sumatera Barat, jumlah transaksi tercatat 1.867.456 transaksi pada 4 Februari dan meningkat menjadi sekitar 2.173.688 transaksi pada 4 Maret.

Selain peningkatan transaksi, jumlah produk UMKM yang dipasarkan melalui platform digital juga terpantau stabil. Di Aceh terdapat sekitar 1.396 produk UMKM yang dipasarkan melalui e-commerce, di Sumatera Utara sebanyak 631 produk, dan di Sumatera Barat sekitar 101 produk.

Peningkatan aktivitas perdagangan digital tersebut juga didukung oleh pulihnya infrastruktur telekomunikasi di wilayah terdampak bencana.

Satgas PRR mencatat sebanyak 11.143 Base Transceiver Station (BTS) yang sebelumnya terdampak kini telah kembali beroperasi atau pulih 100 persen. Rinciannya terdiri dari 3.815 BTS di Aceh, 5.845 BTS di Sumatera Utara, dan 1.483 BTS di Sumatera Barat.

Dengan pulihnya jaringan telekomunikasi tersebut, masyarakat kembali dapat mengakses layanan komunikasi dan internet, termasuk untuk melakukan aktivitas perdagangan melalui platform digital.

Selain itu, peningkatan aktivitas perdagangan digital ini juga didukung oleh program “UMKM Sumatera Bangkit” yang diluncurkan oleh Maman Abdurrahman selaku Menteri Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan sejumlah platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada dengan menghadirkan landing page khusus yang menampilkan produk-produk UMKM dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Lewat layanan belanja produk ini, kita pasarkan produk-produk dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat agar masyarakat bisa membeli sehingga menggerakkan ekonomi daerah terdampak bencana,” ujar Maman dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Program ini diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM di wilayah terdampak bencana untuk tetap memasarkan produk mereka sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi daerah.(red)*