Seputarpublik.com || TANGERANG SELATAN — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas YARSI terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Salah satunya diwujudkan melalui program “Pemberdayaan Ekonomi Jamaah melalui Penguatan Koperasi Masjid Darul Falah di Pamulang Barat, Tangerang Selatan.”
Program tersebut menyasar pengurus Koperasi Majelis Taklim Darul Falah dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam mengelola koperasi masjid secara lebih profesional, terarah, dan berkelanjutan.
Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi, pelatihan, diskusi, tanya jawab, pendampingan, hingga simulasi. Materi disesuaikan dengan kebutuhan mitra, khususnya terkait literasi ekonomi syariah dan pengelolaan kelembagaan koperasi.
Perkuat Kompetensi Pengurus

Ketua Pelaksana PkM FEB Universitas YARSI, Hesty Juni Tambuati Subing, SE., M.Ak., Ak., QWP., CSRS., mengatakan peningkatan literasi dan kompetensi pengurus merupakan bagian penting dalam memperkuat keberadaan koperasi masjid.
«“Koperasi masjid tidak hanya menjadi wadah kegiatan ekonomi jamaah, tetapi juga perlu dikelola dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan oleh anggota maupun masyarakat di sekitarnya. Karena itu, peningkatan pengetahuan dan kompetensi pengurus menjadi hal yang penting,” ujar Hesty, Jumat (24/7/2026).»
Menurut Hesty, penguatan kapasitas pengurus diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Pengetahuan yang diperoleh perlu diterapkan dalam pengelolaan koperasi sehari-hari agar lembaga tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Program PkM tersebut dilaksanakan berdasarkan kebutuhan mitra yang masih menghadapi keterbatasan dalam literasi ekonomi syariah maupun pengalaman pengelolaan kelembagaan koperasi.
Koperasi Didorong Lebih Profesional
Pimpinan Koperasi Majelis Taklim Darul Falah, Dr. Hj. Wiwi Siti Sajaroh, M.Ag., menyambut baik pelaksanaan program tersebut.
Menurut Wiwi, kehadiran perguruan tinggi memberikan pengetahuan dan pendampingan yang dibutuhkan pengurus untuk menjalankan koperasi secara lebih terarah.
«“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dari FEB Universitas YARSI. Kegiatan ini memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi pengurus, terutama dalam memahami bagaimana koperasi masjid dapat dikelola secara lebih baik, profesional, dan sesuai dengan prinsip ekonomi syariah,” ujar Wiwi.»
Ia menilai pendampingan dari perguruan tinggi menjadi pengalaman penting bagi pengurus karena memberikan pemahaman yang sebelumnya belum banyak diperoleh.
«“Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diberikan tidak berhenti setelah kegiatan ini selesai, tetapi dapat kami terapkan dalam pengelolaan koperasi. Dengan begitu, koperasi Majelis Taklim Darul Falah dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi jamaah,” katanya.»
Wiwi juga berharap kerja sama dengan FEB Universitas YARSI dapat terus berlanjut melalui pendampingan maupun kegiatan lain yang dapat meningkatkan kapasitas pengurus dan memperkuat kemandirian ekonomi jamaah.
Kegiatan diawali dengan penyerahan plakat dan cinderamata dari Ketua Pelaksana PkM kepada Pimpinan Koperasi Majelis Taklim Darul Falah.
Selanjutnya, materi pelatihan disampaikan Rini Hidayati, SE., MM., selaku narasumber. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan koperasi masjid melalui metode penyampaian materi secara interaktif yang dilengkapi dengan diskusi dan tanya jawab.
Pemahaman Peserta Meningkat
Untuk mengukur efektivitas kegiatan, tim PkM FEB Universitas YARSI melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test.
Pre-test diberikan sebelum materi dan pelatihan untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta. Sementara post-test dilakukan setelah seluruh rangkaian kegiatan untuk melihat perubahan pemahaman peserta.
Berdasarkan hasil evaluasi yang disampaikan tim PkM, dari 45 peserta, nilai rata-rata pre-test tercatat 44,00.
Setelah mengikuti rangkaian materi dan pelatihan, nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 95,56, atau mengalami peningkatan sebesar 51,56 poin.
Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan, khususnya mengenai pengelolaan koperasi masjid.
Bagi FEB Universitas YARSI, keberhasilan program tidak hanya diukur melalui peningkatan nilai evaluasi. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam pengelolaan koperasi sehari-hari sehingga pengurus semakin memiliki kepercayaan diri dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Pada akhirnya, koperasi masjid diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu bagian dari upaya pemberdayaan dan penguatan ekonomi jamaah.
Wujud Tridharma Perguruan Tinggi
Program PkM tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi FEB Universitas YARSI dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi, khususnya melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, program tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun pengelolaan koperasi masjid yang lebih baik, mandiri, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi jamaah serta lingkungan sekitarnya.(*/hel)