Seputar Publik / Berita

Fotografi Branding Jadi Strategi Baru UMKM Betawi, Creative 35 Gelar Workshop di Setu Babakan

Workshop di Setu Babakan membekali pelaku UMKM, fotografer, dan content creator dengan keterampilan fotografi produk untuk memperkuat identitas merek, promosi digital, sekaligus mengenalkan budaya Betawi kepada publik.
Peserta mengikuti workshop fotografi branding produk UMKM khas Betawi yang digelar Creative 35 Communications berkolaborasi dengan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan, Minggu (19/7/2026). Peserta mengikuti workshop fotografi branding produk UMKM khas Betawi yang digelar Creative 35 Communications berkolaborasi dengan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan, Minggu (19/7/2026).

Ia menilai perkembangan teknologi membuat hampir semua perangkat mampu menghasilkan foto berkualitas. Namun, kualitas sebuah karya tetap ditentukan oleh kemampuan dan cara pandang fotografer.

"Saya bilang, foto bagus saja enggak cukup. Kamu harus bikin foto yang baik. Semua kamera sekarang bisa menghasilkan foto bagus, tapi yang bisa menghasilkan foto baik itu cuma orangnya. Mau pakai handphone, SLR, atau kamera pocket, hasilnya bisa bagus. Tapi baik atau tidak, itu tergantung siapa yang memotretnya," jelas Ferry.

Karena itu, ia menegaskan bahwa kepemilikan kamera profesional bukan lagi menjadi syarat utama untuk menghasilkan karya fotografi yang bernilai.

"Saya enggak punya kamera, cuma punya handphone. Enggak apa-apa, handphone zaman sekarang sudah canggih. Semua kamera bisa menghasilkan foto bagus," ujarnya.

Ferry berharap pelatihan fotografi semacam ini dapat terus digelar agar semakin banyak generasi muda memahami bahwa fotografi dapat menjadi media untuk merawat sekaligus mengenalkan budaya kepada masyarakat luas.

"Pelatihan seperti ini harus sering ada supaya anak-anak muda tahu motret itu buat apa. Enggak cuma selfie-selfie saja, tapi mereka bisa mendokumentasikan budaya, melestarikan budaya dari hasil jepretannya," tuturnya.

Ferry Ardianto: AI Membantu Teknis, tetapi Rasa Tetap Milik Manusia

Menanggapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Ferry menilai kehadirannya dapat membantu pekerjaan yang bersifat teknis. Namun, ia meyakini AI tidak akan sepenuhnya menggantikan sentuhan rasa dan ekspresi manusia dalam menghasilkan sebuah karya.

"Kalau buat saya AI akan sangat membantu dalam konteks yang fungsional. Tapi dalam konteks ekspresi, enggak bisa, karena AI itu mesin, dia enggak punya perasaan. Yang punya perasaan kan kita," pungkasnya. (*/hel)

Tulis Komentar

Komentar