Seputar Publik / Berita

FWK Soroti Fenomena Olok-Olok Presiden, Hendry Ch Bangun: Kritik Boleh, Tapi Jangan Lukai Martabat Bangsa

Forum "Reboan" menilai kebebasan berpendapat harus diiringi tanggung jawab moral agar kritik tetap konstruktif dan tidak berkembang menjadi penghinaan terhadap kepala negara.
Mantan Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun bersama tokoh pers nasional dalam diskusi FWK mengajak seluruh elemen bangsa membangun budaya kritik yang santun, beradab, dan bertanggung jawab, Rabu (5/8/2026). Mantan Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun bersama tokoh pers nasional dalam diskusi FWK mengajak seluruh elemen bangsa membangun budaya kritik yang santun, beradab, dan bertanggung jawab, Rabu (5/8/2026).

Seputarpublik.com || JAKARTA – Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) kembali menggelar diskusi rutin bertajuk "Reboan", Rabu, dengan mengangkat berbagai isu strategis yang tengah menjadi perhatian publik. Forum tersebut menjadi ruang intelektual bagi para tokoh pers, wartawan senior, akademisi, dan pemimpin redaksi untuk mengkaji dinamika kebangsaan melalui perspektif jurnalistik yang independen, objektif, serta menjunjung tinggi kepentingan bangsa dan negara.

Hadir dalam forum tersebut mantan Wakil Ketua Dewan Pers sekaligus mantan Ketua Umum PWI, Hendry Ch Bangun, Koordinator Nasional FWK Raja Pane, Sekretaris Jenderal FWK Dr. Budi Nugraha, wartawan senior M. Nasir, Iqbal Irsyad, Berman Nainggolan serta sejumlah pemimpin redaksi dan tokoh pers nasional lainnya.

Forum yang dipimpin Koordinator Nasional (FWK) Raja Pane itu secara khusus membahas fenomena meningkatnya konten di media sosial yang berisi sindiran, olok-olok, hingga ujaran bernada merendahkan Presiden Prabowo Subianto. 

Tulis Komentar

Komentar