Seputar Publik / Berita

FWK Soroti Penanganan Karhutla, Warga Kalimantan Selatan Merasa Terabaikan di Tengah Krisis Kabut Asap

Forum Wartawan Kebangsaan menilai penanganan kebakaran hutan dan lahan belum dirasakan optimal oleh masyarakat. Dampaknya meluas ke kesehatan, pendidikan, transportasi, dan ekonomi warga di sejumlah wilayah Kalimantan.
Forum Wartawan Kebangsaan menyoroti dampak karhutla berkepanjangan di Kalimantan yang dinilai mengganggu kesehatan, pendidikan, transportasi, dan perekonomian masyarakat. FWK mendorong penanganan yang lebih sistematis serta perlindungan bagi warga terdampak. Forum Wartawan Kebangsaan menyoroti dampak karhutla berkepanjangan di Kalimantan yang dinilai mengganggu kesehatan, pendidikan, transportasi, dan perekonomian masyarakat. FWK mendorong penanganan yang lebih sistematis serta perlindungan bagi warga terdampak.

Helmie menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya perhatian lebih besar terhadap penanganan karhutla, termasuk dukungan anggaran dan penentuan prioritas penanggulangan.

“Terkesan karhutla kurang mendapat prioritas. Anggarannya terbatas,” ujar Helmie.

Ia juga menyebut muncul persepsi di masyarakat bahwa Kalimantan Selatan seperti menjadi “anak tiri” dalam penanganan karhutla, karena dinilai belum memperoleh perhatian yang sebanding dengan wilayah lain.

Menurutnya, perhatian pemerintah pusat saat ini dinilai lebih terfokus pada Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Pandangan tersebut merupakan penilaian yang disampaikan FWK dalam diskusi dan perlu dilihat bersama data resmi mengenai alokasi anggaran serta operasi penanganan karhutla di setiap daerah.

Kabut Asap Ganggu Pendidikan dan Ekonomi di Kalimantan Tengah

Dampak kabut asap juga disoroti M. Harris Sadikin, Koordinator Daerah FWK Kalimantan Tengah. Ia menggambarkan kondisi di Palangka Raya yang menurutnya hampir setiap hari diselimuti kabut asap tebal.

Tulis Komentar

Komentar