Helmie menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya perhatian lebih besar terhadap penanganan karhutla, termasuk dukungan anggaran dan penentuan prioritas penanggulangan.
“Terkesan karhutla kurang mendapat prioritas. Anggarannya terbatas,” ujar Helmie.
Ia juga menyebut muncul persepsi di masyarakat bahwa Kalimantan Selatan seperti menjadi “anak tiri” dalam penanganan karhutla, karena dinilai belum memperoleh perhatian yang sebanding dengan wilayah lain.
Menurutnya, perhatian pemerintah pusat saat ini dinilai lebih terfokus pada Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Pandangan tersebut merupakan penilaian yang disampaikan FWK dalam diskusi dan perlu dilihat bersama data resmi mengenai alokasi anggaran serta operasi penanganan karhutla di setiap daerah.
Kabut Asap Ganggu Pendidikan dan Ekonomi di Kalimantan Tengah
Dampak kabut asap juga disoroti M. Harris Sadikin, Koordinator Daerah FWK Kalimantan Tengah. Ia menggambarkan kondisi di Palangka Raya yang menurutnya hampir setiap hari diselimuti kabut asap tebal.
Komentar