Seputarpublik.com || JAKARTA, — Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dinilai belum berjalan secara optimal dan sistematis. Dampak kabut asap berkepanjangan di sejumlah wilayah Kalimantan disebut telah mengganggu kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, transportasi hingga aktivitas ekonomi.
Kritik tersebut disampaikan dalam Diskusi Kebangsaan FWK yang digelar secara hibrida di Jakarta, Rabu (14/10/2026). Forum itu membahas dampak karhutla di Kalimantan serta persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali yang dinilai turut memengaruhi aktivitas masyarakat.
Koordinator FWK, Raja Parlindungan Pane, mengatakan kondisi yang dihadapi masyarakat di daerah terdampak karhutla menjadi perhatian serius. Menurutnya, persoalan tersebut perlu ditangani secara sistematis dengan mempertimbangkan keselamatan dan kebutuhan warga.
Komentar