“Yang terjadi setelahnya sama pentingnya. Warga saling membantu, kelompok masyarakat dan pemerintah daerah merespons. Pemerintah pusat memobilisasi bantuan, dan mitra internasional berdatangan,” ujar Febrian dalam pembukaan GFSR ke-3, ADEXCO 2026, dan IEE Series Engineering Week 2026.
Dari Tindakan Terfragmentasi Menuju Dampak yang Selaras
Febrian menilai tantangan resiliensi semakin kompleks karena perubahan iklim, risiko bencana, degradasi lingkungan, kerentanan ekonomi, dan pembangunan saling beririsan.
Di sisi lain, institusi, mekanisme pendanaan, proses perencanaan, serta sistem akuntabilitas masih dapat berjalan secara terpisah.
Karena itu, menurut Febrian, tantangan Indonesia bukan sekadar membuat kebijakan atau membangun lembaga baru, melainkan memastikan berbagai elemen tersebut dapat bekerja secara bersama-sama.
“Tantangannya adalah bagaimana membuat semuanya bekerja secara bersama-sama. Dan ini membutuhkan pergeseran mendasar dalam cara kita memandang resiliensi,” katanya.
Komentar