Seputarpublik.com || SERANG BANTEN — Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Banten, dr. Ati Pramuji Hastuti, menyampaikan imbauan kepada masyarakat menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Imbauan tersebut ditujukan untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat potensi paparan hujan abu vulkanik.
Melalui pesan kesiapsiagaan kesehatan, masyarakat diingatkan mengenai 10 poin penting keselamatan, mulai dari penggunaan masker dan kacamata pelindung, membatasi aktivitas di luar ruangan, hingga menutup akses ventilasi dan sumber air guna mengurangi risiko kontaminasi abu vulkanik.
Merespons kondisi tersebut, sektor pelayanan kesehatan swasta turut mengambil langkah kesiapsiagaan. Rumah Sakit (RS) Citra Arafiq Serang menyatakan kesiapannya memberikan pelayanan medis kepada masyarakat yang terdampak abu vulkanik, termasuk warga yang membutuhkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
RS Citra Arafiq Siagakan Tim Medis
Tidak hanya menyiagakan pelayanan di rumah sakit, RS Citra Arafiq juga menurunkan tim medis untuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan di lapangan.
“Silakan laporkan ke kami, akan kami jemput dan kami obati,” kata Direktur Utama RS Citra Arafiq, dr. Evi Kusmiati, Minggu siang (6/9/2026).
Menurut dr. Evi, saat informasi tersebut disampaikan, tim medis RS Citra Arafiq tengah bergerak untuk menjemput dua pasien yang disebut terdampak erupsi di Kampung Leuwiurug, Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memastikan warga yang mengalami gangguan pernapasan, iritasi, atau keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan abu vulkanik dapat memperoleh penanganan medis.
Warga Diminta Tidak Panik
Pemerintah daerah bersama fasilitas pelayanan kesehatan di Banten mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.
Warga juga diminta mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi, termasuk Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemerintah daerah.
10 Imbauan Kesehatan dari Kadinkes Banten
Berikut 10 poin imbauan yang disampaikan Kadinkes Provinsi Banten dr. Ati Pramuji Hastuti kepada masyarakat:
1. Gunakan Masker
Selalu gunakan masker atau kain penutup hidung dan mulut apabila terpaksa beraktivitas di luar rumah.
2. Lindungi Mata
Gunakan kacamata pelindung untuk membantu mencegah iritasi akibat paparan debu dan abu vulkanik.
3. Batasi Aktivitas di Luar Ruangan
Kurangi kegiatan di luar rumah, terutama ketika intensitas hujan abu meningkat.
4. Tutup Akses Rumah dan Sumber Air
Tutup rapat pintu, jendela, ventilasi, serta wadah penampungan air untuk mengurangi risiko masuknya abu vulkanik.
5. Bersihkan Lingkungan
Jaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan bersihkan endapan abu vulkanik secara hati-hati.
6. Tunda Berkendara
Hindari mengoperasikan kendaraan bermotor apabila jarak pandang terganggu demi menjaga keselamatan di jalan.
7. Patuhi Zona Bahaya
Jangan mendekati kawasan yang telah disterilkan atau dinyatakan terlarang oleh petugas.
8. Saring Informasi
Jangan mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
9. Segera ke Fasilitas Kesehatan
Segera mencari pertolongan medis ke puskesmas atau rumah sakit terdekat apabila mengalami sesak napas, iritasi mata berat, atau gangguan kesehatan lainnya.
10. Pantau Sumber Resmi
Tetap tenang, kendalikan kepanikan, dan perbarui informasi melalui sumber resmi seperti PVMBG, BNPB, BPBD, serta pemerintah daerah.
Masyarakat diharapkan tetap waspada tanpa panik serta mengikuti setiap arahan petugas di lapangan. Kesiapsiagaan dan informasi yang bersumber dari lembaga resmi menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.(*/Red)