Seputarpublik.com || PONTIANAK – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PTPN IV Regional V menggelar Upacara Peringatan Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di halaman Region Office Regional V, Senin (29/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, kaum cendekiawan, serta seluruh rakyat Kalimantan Barat yang menjadi korban kekejaman pendudukan Dai Nippon Teikoku Jepang pada periode 1941–1945.
Upacara diikuti jajaran manajemen PTPN IV Regional V, di antaranya Operation Head I Ihsan, Operation Head II Dedy Gurning, serta seluruh karyawan Region Office. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ihsan memimpin jalannya upacara sekaligus membacakan sambutan Gubernur Kalimantan Barat. Peringatan serupa juga dilaksanakan secara serentak di seluruh unit kerja PTPN IV Regional V di wilayah Kalimantan Barat.
Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Barat yang dibacakan oleh Pembina Upacara, disampaikan bahwa Hari Berkabung Daerah yang diperingati setiap 28 Juni merupakan momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat komitmen dalam melanjutkan nilai-nilai perjuangan mereka.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur mengutip pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, bahwa "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya." Pesan tersebut menegaskan pentingnya menghormati pengorbanan para pendahulu sebagai fondasi membangun persatuan, nasionalisme, serta tanggung jawab dalam mengisi kemerdekaan melalui karya dan pengabdian bagi bangsa.
Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa tema Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026, "Tidak Cukup Sekadar Anda Kenang, Tapi Kuharap Anda Teruskan Semangat Juangmu untuk Memerangi Segala Bentuk Penjajahan," mengandung pesan agar semangat perjuangan terus diwujudkan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa saat ini, mulai dari kemiskinan, pengangguran, persoalan pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hingga penanggulangan bencana. Nilai-nilai rela berkorban, gotong royong, persatuan, serta pantang menyerah menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan Kalimantan Barat yang berkelanjutan.
Peringatan Hari Berkabung Daerah tidak terlepas dari sejarah Peristiwa Mandor, salah satu tragedi kemanusiaan terbesar di Kalimantan Barat yang mencapai puncaknya pada 28 Juni 1944. Berdasarkan catatan resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, sekitar 21.037 jiwa menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Untuk mengenang para korban, lokasi tragedi kemudian ditetapkan sebagai Makam Juang Mandor, yang hingga kini menjadi simbol penghormatan kepada para pejuang sekaligus pengingat pentingnya menjaga persatuan, persaudaraan, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Petugas upacara berasal dari Bagian SDM dan Sistem Manajemen PTPN IV Regional V. Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan korban Peristiwa Mandor, pembacaan sejarah singkat Hari Berkabung Daerah, penyampaian sambutan Gubernur Kalimantan Barat, serta doa bersama.
Melalui peringatan Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026, Holding Perkebunan Nusantara menegaskan komitmennya untuk terus menginternalisasikan nilai-nilai nasionalisme, memperkuat budaya kerja yang berlandaskan integritas, profesionalisme, dan kolaborasi, serta menumbuhkan semangat pengabdian di seluruh lingkungan perusahaan. Semangat perjuangan para pahlawan diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh insan PTPN untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan, masyarakat, serta mendukung pembangunan Kalimantan Barat dan Indonesia secara berkelanjutan.(Adv)*