Seputarpublik.com || BANJAR KALSEL– PTPN IV Regional V, salah satu entitas Holding Perkebunan Nusantara, terus memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) di sektor perkebunan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sertifikasi Kompetensi Mandor Pemeliharaan Kebun Kelapa Sawit di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Kegiatan yang berlangsung pada 13–14 Juli 2026 di Aula Kebun Danau Salak ini merupakan hasil kolaborasi dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Kementerian Pertanian, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK), serta LPP Agro Nusantara.
Sebanyak 25 mandor pemeliharaan kebun kelapa sawit dari unit kerja PTPN IV Regional V di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur mengikuti pelatihan serta uji kompetensi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang perkebunan kelapa sawit.
Program ini merupakan bagian dari komitmen PTPN IV Regional V dalam meningkatkan kualitas SDM melalui sertifikasi profesi yang diakui secara nasional. Dengan kompetensi yang terstandarisasi, para mandor diharapkan mampu menerapkan praktik pemeliharaan tanaman sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), meningkatkan produktivitas, serta memperkuat tata kelola perkebunan yang profesional, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan materi teknis sekaligus mengikuti proses uji kompetensi yang dilaksanakan oleh asesor bersertifikat. Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, peserta juga memperoleh pengakuan resmi atas kompetensi profesi yang dimiliki.
Manager PTPN IV Regional V Kebun Danau Salak, Hasnan Fauzi Norman, mengatakan bahwa pelaksanaan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Kompetensi merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan perkebunan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Menurutnya, mandor memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pengawasan operasional di lapangan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi menjadi langkah penting untuk memastikan setiap kegiatan pemeliharaan tanaman dilaksanakan sesuai SOP, prinsip Good Agricultural Practices (GAP), serta memperhatikan aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
"Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman teknis para mandor terhadap SOP pemeliharaan tanaman kelapa sawit, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka dalam mengawasi pekerjaan di lapangan, meningkatkan ketelitian, serta membangun budaya kerja yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja," ujar Hasnan.
Ia menambahkan, keberadaan SDM yang kompeten dan memiliki sertifikasi profesi menjadi modal penting bagi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas pengelolaan kebun, serta memperkuat penerapan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang profesional, efektif, dan berkelanjutan.
"Dengan SDM yang kompeten dan tersertifikasi, produktivitas perkebunan dapat terus ditingkatkan sekaligus menciptakan pengelolaan kebun kelapa sawit yang lebih profesional, efektif, dan berkelanjutan," tambahnya.
Melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Kompetensi ini, PTPN IV Regional V menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan SDM yang unggul, profesional, dan berdaya saing. Peningkatan kompetensi para mandor diharapkan semakin memperkuat penerapan standar operasional di lapangan, meningkatkan produktivitas dan kualitas pengelolaan perkebunan, serta mendukung terwujudnya tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan sejalan dengan visi Holding Perkebunan Nusantara sebagai perusahaan agribisnis kelas dunia.(Adv)*