Seputarpublik.com, Tapanuli Selatan — Proses pemulihan pascabencana di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), terus menunjukkan kemajuan signifikan. Pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) yang digarap melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan PTPN IV PalmCo tidak hanya bergerak cepat, tetapi dirancang sebagai solusi jangka panjang bagi warga terdampak.
Progres pembangunan tersebut mendapat apresiasi dari platform kolaborasi kemanusiaan BenihBaik.com. Founder BenihBaik.com, Andy F. Noya, menilai pendekatan yang dilakukan Pemkab Tapsel dan PTPN IV melampaui pola bantuan konvensional.
> “Yang dibangun di sini bukan sekadar tempat berteduh sementara, tetapi fondasi kehidupan yang bermartabat. Ini bisa menjadi standar baru penanganan terpadu pascabencana,” ujar Andy saat meninjau lokasi huntap Batangtoru, awal pekan lalu.
Peninjauan turut dihadiri Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu dan Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa. Rombongan melihat langsung pembangunan huntap di kawasan Kebun Hapesong, lahan perkebunan negara yang dialokasikan untuk relokasi warga.
30 Hektare Lahan Disiapkan
PTPN IV PalmCo menyediakan sekitar 30 hektare lahan di sejumlah titik strategis Batangtoru. Salah satunya di Afdeling II Kebun Hapesong seluas lima hektare, yang tengah dibangun 227 unit huntap bagi warga Desa Hapesong Baru dan Batu Godang. Hingga akhir Januari 2026, progres pembangunan telah mencapai sekitar 30 persen.
Kawasan hunian dirancang sebagai lingkungan terpadu dengan fasilitas pendukung seperti masjid, balai desa, dan lapangan olahraga. Sementara di Afdeling I Kebun Hapesong, lahan lima hektare disiapkan sebagai zona huntara untuk masa transisi warga.
Bupati Gus Irawan menegaskan, penyediaan lahan oleh PTPN IV menjadi faktor kunci percepatan relokasi dari kawasan rawan bencana.
> “Kami mendorong percepatan agar warga segera meninggalkan pengungsian. Dukungan PTPN IV sangat signifikan, mulai dari pembukaan rumah dinas untuk pengungsian awal hingga penyediaan lahan permanen,” ujarnya.
Tak Hanya Rumah, Tapi Pemulihan Kehidupan
Selain pembangunan fisik, Pemkab Tapsel menyalurkan Dana Tunggu Hunian setiap bulan bagi warga terdampak untuk menjamin kebutuhan dasar selama proses pembangunan. Kontrak pembangunan huntap ditargetkan selesai April 2026, dengan upaya percepatan terus dilakukan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menegaskan, komitmen perusahaan tidak berhenti pada penyediaan lahan dan hunian.
> “Huntap dan huntara ini simbol kebangkitan bersama. Setelah warga menempati hunian baru, kami juga menyiapkan program pemberdayaan dan pembinaan ekonomi agar masyarakat kembali mandiri dan produktif,” katanya.
Model Pemulihan Humanis dan Berkelanjutan
Sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, dan elemen masyarakat sipil dinilai menghadirkan harapan baru bagi penyintas bencana Batangtoru. Bagi BenihBaik.com, kolaborasi ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana dapat dilakukan secara lebih manusiawi, terencana, dan berkelanjutan, bukan sekadar respons darurat, tetapi investasi sosial untuk masa depan warga. (*/red)