PT Urip Gumulya, perusahaan yang bergerak di bidang peralatan water management, menerapkan konsep stan dengan mengurangi penggunaan material sekali pakai.
Marketing Executive PT Urip Gumulya, Dimas Istiarto, mengatakan pihaknya memanfaatkan layar digital dan LED screen untuk mengurangi sampah sekaligus menciptakan ruang yang nyaman untuk komunikasi bisnis.
“Memang fokus kami adalah mengurangi timbulan limbah, baik di operasional pabrik maupun kegiatan pameran,” kata Dimas.
Konsep berbeda diterapkan Hamure. Perusahaan tersebut menjadikan rumah modular sebagai bagian dari konstruksi stan sehingga tidak banyak material yang berakhir sebagai limbah setelah pameran selesai.
Marketing Manager Hamure, Rahmi Nastiti, mengatakan unit rumah modular yang dibawa ke pameran dapat kembali digunakan setelah kegiatan berakhir.
“Unit yang kami bawa adalah rumah modular, jadi setelah pameran selesai, tidak ada material yang dibuang dan bisa dipakai lagi,” ujarnya.
Komentar