Peninjauan dilakukan di Kecamatan Teluk Waru, meliputi Desa Dawang, Belis, dan Karai, kemudian dilanjutkan ke Desa Gaa, Kecamatan Tutuk Tolu.
Eddy mengatakan kunjungan lapangan menjadi bagian dari tahapan awal persiapan investasi setelah pihaknya melihat besarnya potensi sagu yang dimiliki SBT.
“Kami merencanakan untuk melakukan investasi di Kabupaten Seram Bagian Timur terkait sagu yang menjadi salah satu program pemerintah daerah. Kami melihat potensinya sangat luar biasa,” kata Eddy.
Menurut dia, keunggulan SBT tidak hanya pada jumlah tanaman sagu, tetapi juga karena sebagian kawasan sagu relatif dekat dengan permukiman dan akses jalan. Kondisi tersebut dinilai dapat mempermudah mobilisasi bahan baku sekaligus membuka peluang keterlibatan masyarakat.
“Ini berbeda dengan daerah lain. Kadang kita harus masuk jauh ke hutan belantara baru menemukan tanaman sagu. Di SBT, kita melihat sendiri pohon-pohon sagu sangat melimpah dan sebagian berada dekat dengan permukiman serta jalan,” ujarnya.
Data Lapangan Buka Peluang Pengembangan Industri

Komentar