Selain menerima peringatan, ketujuh pemain tersebut diwajibkan menandatangani surat pernyataan yang berisi komitmen untuk menghormati keputusan perangkat pertandingan, mematuhi peraturan ISTAF, tidak melakukan tindakan yang mengganggu jalannya pertandingan, serta menjunjung tinggi sportivitas dan prinsip fair play dalam setiap kejuaraan internasional.
ISTAF Minta Permohonan Maaf Terbuka
ISTAF juga meminta Persatuan Sepak Takraw Thailand untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada komunitas sepak takraw internasional dan para penonton atas insiden yang terjadi.
Federasi menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran disiplin, baik di tingkat nasional maupun internasional, akan ditangani secara serius. Namun demikian, seluruh proses penegakan disiplin akan tetap dilakukan secara adil, transparan, dan berdasarkan prinsip due process.
Langkah tersebut, menurut ISTAF, bertujuan menjaga martabat, integritas, dan masa depan olahraga sepak takraw dunia.
Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal ISTAF, Datuk Abdul Halim Kader, dari Singapura pada Sabtu (20/6/2026).(Red)*
Komentar