Seputar Publik / Berita

ISTAF Proses Disiplin 5 Pemain dan 3 Ofisial Thailand Usai Insiden Final Piala Dunia Sepak Takraw 2026

Komite Disiplin ISTAF menilai terdapat dasar yang cukup untuk melanjutkan proses disiplin terhadap delapan anggota tim Thailand pascainsiden final beregu Thailand kontra Malaysia pada Sepak Takraw World Cup Kuala Lumpur 2026.
ISTAF melanjutkan proses disiplin terhadap lima pemain dan tiga ofisial Thailand setelah insiden pada final nomor beregu Sepak Takraw World Cup Kuala Lumpur 2026. Federasi menegaskan komitmennya menjaga sportivitas dan integritas olahraga sepak takraw dunia. ISTAF melanjutkan proses disiplin terhadap lima pemain dan tiga ofisial Thailand setelah insiden pada final nomor beregu Sepak Takraw World Cup Kuala Lumpur 2026. Federasi menegaskan komitmennya menjaga sportivitas dan integritas olahraga sepak takraw dunia.

ISTAF menegaskan bahwa persoalan tersebut perlu ditangani secara tegas dan adil guna menjaga integritas, disiplin, serta masa depan olahraga sepak takraw di tingkat internasional.

Menurut federasi, upaya menjaga kredibilitas olahraga ini menjadi semakin penting menjelang pelaksanaan Asian Games Nagoya 2026 dan Asian Games Doha 2030.

Surat Dakwaan dan Tahapan Persidangan

ISTAF menjadwalkan penerbitan surat dakwaan resmi terhadap delapan individu tersebut paling lambat pada 20 Juni 2026. Setelah menerima surat dakwaan, mereka diberikan kesempatan selama 14 hari untuk menyampaikan jawaban tertulis atas tuduhan yang dikenakan.

Selanjutnya, Komite Disiplin ISTAF akan melanjutkan proses persidangan dan mengambil keputusan berdasarkan keterangan serta alat bukti yang diajukan sesuai ketentuan Konstitusi dan Peraturan ISTAF.

Tujuh Pemain Terima Peringatan Keras

Sementara itu, tujuh pemain Thailand dari Regu Pertama dan Regu Kedua yang turut berada di area pertandingan saat insiden berlangsung serta dinilai melakukan tindakan yang dapat dianggap sebagai provokasi, diputuskan menerima sanksi berupa peringatan keras.

Tulis Komentar

Komentar