Seputar Publik Kota Bekasi - di era digitalisasi ini kondisi Pasar Rakyat (Tradisional) mulai ditinggalkan oleh masyarakat, masyarakat lebih memilih beralih ke belanja online.
“Di era digitalisasi ini pasar rakyat kondisinya letih lesu, kebanyakan prilaku pembeli sudah beralih ke belanja online dimana menyediakan layanan COD (Cash on Delivery)," ungkap Kabid Pasar Disperindag, Kota Bekasi, Budiman, Senin (26/5/2025).
Jadi, kata Budiman Pasar Rakyat yang kita punya saat ini fungsinya hanya Pasar basah saja, seperti sembako. Kalau Pasar kering seperti dagang baju, tas, sepatu itu bisa dibilang sudah berat untuk diharapkan karena itu kalah saing dengan online shop.
"Nah, kita kawhatirkan, lima atau sepuluh tahun kedepan Pasar itu tinggal ceritanya saja," ujar Budiman.
Oleh karena itu, Budiman berharap, perlu dicoba membuat semacam inovasi, terobosan supaya Pasar Rakyat itu masih berfungsi sebagai Pasar tapi fungsinya kita perbanyak.
Menurut Budiman, pasar itu saat ini pengertiannya sebuah media pertemuan antara si penjual dengan si pembeli. Jadi, Pasar kedepan bukan sekedar itu. Pasar itu bisa menjadi tempat tongkrongan, bisa dibuat tempat tinggal, gedung serbaguna, kantor, kuliner dan sebagainya.
Sekarang ini, ungkap Budiman, lagi trend konsep Living World, dimana pusat perbelanjaan seperti Mall yang dikembangkan. Jadi atas hunian bawahnya Mall. Banyakan Pembangunan Mall konsepnya Living Word.
"Jadi, Pasar mestinya begitu juga fungsinya bertambah kedepannya. Pendapatan PAD kita juga secara otomatis akan ikut bertambah,” paparnya
Kedepan, sambung Budiman, orang ke Pasar bukan hanya sekedar jual-beli sayur, mau ngopi juga bisa. Dibuat Aula Pertemuan buat persepsi pernikahan. Kan kalau di Hotel harga lumayan tinggi di Aula kita bisa sedikit terjangkau.
Perihal inovasi ini, sambung Budiman lagi, pihaknya sudah membuat draf Peraturannya. Kita akan buat Peraturan Wali Kota (Perwal) yang sederhana dulu untuk mengakomodasi perubahan yang dimaksud. Respon Pak Wali juga sangat okelah.
Sekarang ini bicara PAD disisi Pasar ini cuma Retribusi Harian, seperti Retribusi Pasar, Sampah, Kebersihan, Parkir, cuma ini sementara yang lain-lain untuk pengembangan Aturannya belum ada.
"Jadi coba kita buatlah Perwal supaya orang juga mau berinvestasi. Jadi Pasar itu 50 tahun kedepan harus berubah sesuai kebutuhan,” pungkasnya.
(*/AZ)