Seputar Publik / Nusantara

Kadisnaker Palas: Jadilah Penjahit Pakaian dan Kehidupan

Kadis Naker Palas yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelatihan dan Produktifitas Tenaga Kerja, Disnaker Palas, Muhammad Idrisman Mendefa, M.A.P. Kadis Naker Palas yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelatihan dan Produktifitas Tenaga Kerja, Disnaker Palas, Muhammad Idrisman Mendefa, M.A.P.

Lebih lanjut diterangkan Idris., Ada dua hal yang akan diperoleh tukang jahit. Pertama, pahala. Kedua, dana. Namun, berorientasi kepada Allah adalah yang utama. Jika tujuannya Allah, maka akan dapat pahala, dan dana pun akan mengikuti. Orang yang selalu berorientasi pada Allah, akan Allah buka jalan rezki bagi-Nya. Kalau sebaliknya fokus kita hanya kepada dana, maka pahala tidak akan diperoleh.

Akhirnya, tentu ucapan selamat lah yang pantas disampaikan kepada seluruh penyelenggara dan peserta pelatihan. Peran penyelenggara dan partisipasi peserta adalah pertanda keinginan bertumbuh yang kuat. Pelatihan menjahit pakaian, disamping akan menyuplai kemampuan menjahit pakaian, juga secara filosofis, sesungguhnya akan memberikan pembelajaran bagaimana para peserta pelatihan punya kemampuan menjahit kehidupan.

Sehingga, selain nanti menjadi tukang jahit pakaian, para peserta pelatihan juga mesti bisa menjadi tukang jahit kehidupan. Artinya, tukang jahit pakaian ialah tukang sambung, tukang menghubungkan, melekatkan, dan memadukan satu sama lain yang hampir terpisah atau bahkan sudah berserak. Agar pakaian bisa dipakai lagi. Dan agar hubungan bisa membaik dan melekat lebih akrab lagi.

Tukang jahit pakaian, selain disamping mampu memperbaiki kain yang rusak, juga mampu menjadi penjahit bagi hati yang terluka, yang kecewa, bahkan hati yang sudah sempat terbersit rasa benci, yang akhirnya berubah lagi menjadi cinta. Malah semakin cinta dan berbuah rindu.

‘Inilah barangkali diantara maksud firman Allah SWT dalam QS. Al-A’raf: 26. “Wahai keturunan Adam, sesungguhnya Kami telah memberikan pakaian kepada kalian untuk menutup aurat dan menjadi perhiasan kalian. Tapi, pakaian taqwa adalah yang terbaik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, agar mereka mengingat-Nya.” Pungkas Muhammad Idrisman Mandefa, M.A.P. mengakhiri Sambutannya.

Pelatihan akan berlangsung selama 26 hari sebanyak 140 Jam Pelatihan. Peserta pelatihan berasal dari berbagai desa di Kecamatan Barumun dan sekitarnya. Dan 2 orang dari Kecamatan Sosa Julu.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, kakan Kemenag Palas yang diwakili KTU, Ahmad Saidi Hasibuan; Ketua Badan Shilaturrahim Pondok Pesantren se-Kabupaten Padang Lawas (BSPPL), Fauzan Hamidi Hasibuan; Pimpinan Ponpes Ruhul Islam, Misbah Fuadi Hasibuan; Pimpinan Ponpes Al-Mukhtariyah, Mukhtar Abbas Siregar; Pengelola Ponpes Al-Hakimiyah, Fauzan Tsani Hasibuan; Kepala Desa Purbatua, Kepala Desa Sibuhuan Julu, Kepala Desa Handis, Para Asatidz, dan 16 Peserta Pelatihan, serta tamu undangan lainnya. (*)

Tulis Komentar

Komentar