Beranda
Seputar Publik / Nusantara

Kadisnaker Palas: Jadilah Penjahit Pakaian dan Kehidupan

Kadis Naker Palas yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelatihan dan Produktifitas Tenaga Kerja, Disnaker Palas, Muhammad Idrisman Mendefa, M.A.P. Kadis Naker Palas yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelatihan dan Produktifitas Tenaga Kerja, Disnaker Palas, Muhammad Idrisman Mendefa, M.A.P.

Seputarpublik, Palas – Dunia kerja yang semakin kompetitif, membutuhkan kemampuan dan profesionalisme untuk menghadapinya. Setiap tenaga kerja mesti memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang bisa diandalkan.

Kompetensi kerjalah yang akan menjadi modal penting bagi setiap tenaga kerja untuk mendapatkan kesempatan kerja dan peluang karir yang lebih baik. Tanpa kompetensi kerja, persaingan global untuk mendapatkan akses kesempatan kerja dan pemenuhan kebutuhan hidup tidak akan mampu dihadapi.

Sebab itu, penting bagi setiap tenaga kerja untuk terus-menerus meningkatkan kemampuan kerjanya, agar bisa membuka usaha mandiri dan menjadi pekerja di perusahaan orang lain. Demikian disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Padang Lawas (Disnaker Palas) yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelatihan dan Produktifitas Tenaga Kerja, Disnaker Palas, Muhammad Idrisman Mendefa, M.A.P., Pada Pembukaan Pelatihan Menjahit Pakaian Angkatan III, Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Ponpes Ruhul Islam, Desa Sialambue, Kecamatan Barumun, Kabupaten Palas di hadapan para peserta beserta seluruh tamu undangan lainnya, Rabu, (15/11/2023).

Lanjutnya, Pendidikan dan pelatihan merupakan kebutuhan hidup setiap orang. Dengan mengikuti program pelatihan dan pendidikan, kompetensi kerja akan diperoleh. Ada banyak program pendidikan dan pelatihan yang bisa diikuti. Selain pendidikan formal, juga bertebaran pendidikan non formal yang bisa diambil. Ada pelatihan komputer, ada otomotif, dan ada pula pelatihan menjahit pakaian. Silahkan pilih yang amana suka. Apalagi sekarang sudah semakin tersebar sarana pelatihan yang dapat diikuti.

BLK Komunitas misalnya, sudah ada di berbagai Pesantren yang ada di berbagai wilayah dan daerah se Indonesia. Termasuk di Kabupaten Palas. Sudah ada 13 BLK Komunitas yang secara resmi diketahui oleh Pemerintah Daerah berdasarkan informasi yang diperoleh dari Dinas Tenaga Kerja. Dan, kemungkinan sudah lebih dari itu sekalipun belom ada laporan atau pemberitahuan ke Pemda. Kata Idris.

Disamping itu, BLK Komunitas itu berada di beberapa Pesantren yang tersebar di berbagai wilayah Kecamatan se Palas dengan bermacam Kejuruan dan Program. Maka, bersyukurlah kita yang sejauh ini, masih memiliki Pemerintah yang perhatian. Berdirinya BLKK dengan seluruh sarana, prasarana, atau peralatan dan perlengkapannya merupakan kebijakan yang menjadi bukti kehadiran Pemerintah dalam memberikan solusi dan upaya terhadap persoalan yang dihadapi bangsa. Pemerintah telah mengetahui apa sesungguhnya yang dibutuhkan warga. Ungkapnya.

Kemudian, Implementasi program pelatihan adalah bentuk kebijaksanaan pemerintah melihat permasalahan bangsa saat ini, dan tantangan yang akan dihadapi bangsa ini ke depan. Penyelenggaraan kegiatan pelatihan di BLK Komunitas bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang berkompeten dan profesional, agar kemudian para tenaga kerja benar-benar siap kerja dan berdaya saing yang tinggi.

Jadi, adanya berbagai bentuk pelatihan-pelatihan sangat perlu dilaksanakan dan diikuti guna menumbuhkan dan mengembangkan potensi diri dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompetitif, pendidikan yang kian global, dan dinamika perubahan sosial yang semakin cepat, serta kecanggihan teknologi yang kian tak terbendung. Tuturnya.

Ia menjelaskan, Kemampuan (kompetensi) kerja yang didapatkan dari pelatihan inilah yang dibutuhkan dunia usaha dan pengembangan kehidupan. Yakni, pengetahuan terhadap apa yang harus dan bisa dikerjakan, juga keterampilan untuk bisa mengerjakan sesuatu yang sudah diketahui, tentu pula harus bekerja dengan sikap yang baik. Dari pengetahuan, pekerja mengetahui apa yang menjadi tugas, kewajiban, dan kewenangannya. Dari keterampilan, seorang pekerja bisa menyelesaikan tugas, kewajiban, dan kewenangannya tersebut. Sedangkan dari sikap, seorang pekerja mampu menjalankan agenda kerja dan menuntaskannya dengam hasil yang maksimal dan memuaskan.

“Tanpa kompetensi, siapapun orangnya tidak akan siap kerja. Tanpa pengetahuan, dia akan kesulitan dan malah bingung, apa yang harus dia perbuat. Tanpa keterampilan, hidup akan terasa sempit dan tidak nyaman, bahkan seolah terasing. Dan tanpa sikap, hidup tidak akan terarah. Karena, dalam sikap kerja itulah terkandung nilai-nilai yang harus dituangkan ketika seseorang melaksanakan pekerjaannya”. Jelasnya.

Oleh karena itu, Pada sikaplah karakter seorang tenaga kerja akan terlihat, dia betul-betul pekerja keras yang serius atau pekerja yang main-main. Dalam sikap itulah terdapat ketulusan, ketabahan, keteguhan, keberanian, rasa tanggungjawab, kedisiplinan, kejujuran, dan ketangguhan dalam menghadapi segala situasi dan dalam menyelesaikan seluruh amanah yang diemban.

Pakaian sangat penting bagi kehidupan manusia. Tanpa pakaian manusia akan sama dengan hewan. Pakaian berfungsi sebagai identitas, pelindung diri, dan perhiasan. Tapi, Pakaian tidak jadi dengan sendirinya. Ada proses yang harus dilalui. Sambung idris memaparkan, Pakaian itu ada yang terbuat dari tumbuhan gerami. Ada pula yang terbuat dari kulit hewan, semisal bulu domba dan sutera. Tapi, dengan keterampilan pemintalan, akhirnya tumbuhan dan kulit hewan itu bisa jadi pakaian yang nyaman dikenakan.

“Awalnya, bahan baku mentah pakaian diubah dulu jadi tekstil. Setelah itu, harus dijahit biar ketika dipakai terlihat bagus. Di situlah urgensitasnya kemampuan menjahit. Nah, kemampuan menjahit diperoleh dari pelatihan. Maka, pelatihan menjahit pakaian adalah kegiatan penting. Yakni, memadukan bahan tekstil yang masih terpisah hingga kemudian bisa dikenakan. Ini pekerjaan mulia. pekerjaan membantu orang lain untuk bisa menutup aurat: terlihat anggun dan berwibawa; terlindung dari sengat cuaca dingin, panas, dan tebaran abu; dan tampak pula identitasnya dengan jelas”. Rincinya

Lebih lanjut diterangkan Idris., Ada dua hal yang akan diperoleh tukang jahit. Pertama, pahala. Kedua, dana. Namun, berorientasi kepada Allah adalah yang utama. Jika tujuannya Allah, maka akan dapat pahala, dan dana pun akan mengikuti. Orang yang selalu berorientasi pada Allah, akan Allah buka jalan rezki bagi-Nya. Kalau sebaliknya fokus kita hanya kepada dana, maka pahala tidak akan diperoleh.

Akhirnya, tentu ucapan selamat lah yang pantas disampaikan kepada seluruh penyelenggara dan peserta pelatihan. Peran penyelenggara dan partisipasi peserta adalah pertanda keinginan bertumbuh yang kuat. Pelatihan menjahit pakaian, disamping akan menyuplai kemampuan menjahit pakaian, juga secara filosofis, sesungguhnya akan memberikan pembelajaran bagaimana para peserta pelatihan punya kemampuan menjahit kehidupan.

Sehingga, selain nanti menjadi tukang jahit pakaian, para peserta pelatihan juga mesti bisa menjadi tukang jahit kehidupan. Artinya, tukang jahit pakaian ialah tukang sambung, tukang menghubungkan, melekatkan, dan memadukan satu sama lain yang hampir terpisah atau bahkan sudah berserak. Agar pakaian bisa dipakai lagi. Dan agar hubungan bisa membaik dan melekat lebih akrab lagi.

Tukang jahit pakaian, selain disamping mampu memperbaiki kain yang rusak, juga mampu menjadi penjahit bagi hati yang terluka, yang kecewa, bahkan hati yang sudah sempat terbersit rasa benci, yang akhirnya berubah lagi menjadi cinta. Malah semakin cinta dan berbuah rindu.

‘Inilah barangkali diantara maksud firman Allah SWT dalam QS. Al-A’raf: 26. “Wahai keturunan Adam, sesungguhnya Kami telah memberikan pakaian kepada kalian untuk menutup aurat dan menjadi perhiasan kalian. Tapi, pakaian taqwa adalah yang terbaik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, agar mereka mengingat-Nya.” Pungkas Muhammad Idrisman Mandefa, M.A.P. mengakhiri Sambutannya.

Pelatihan akan berlangsung selama 26 hari sebanyak 140 Jam Pelatihan. Peserta pelatihan berasal dari berbagai desa di Kecamatan Barumun dan sekitarnya. Dan 2 orang dari Kecamatan Sosa Julu.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, kakan Kemenag Palas yang diwakili KTU, Ahmad Saidi Hasibuan; Ketua Badan Shilaturrahim Pondok Pesantren se-Kabupaten Padang Lawas (BSPPL), Fauzan Hamidi Hasibuan; Pimpinan Ponpes Ruhul Islam, Misbah Fuadi Hasibuan; Pimpinan Ponpes Al-Mukhtariyah, Mukhtar Abbas Siregar; Pengelola Ponpes Al-Hakimiyah, Fauzan Tsani Hasibuan; Kepala Desa Purbatua, Kepala Desa Sibuhuan Julu, Kepala Desa Handis, Para Asatidz, dan 16 Peserta Pelatihan, serta tamu undangan lainnya. (*)