Seputarpublik.com || PEKANBARU — Komitmen PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara, dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau mendapat perhatian dalam Apel Gelar Kesiapan Penanggulangan Karhutla Tahun 2026.
Apel tersebut dipimpin langsung Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, Kabupaten Kampar.
Kegiatan tersebut dihadiri Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, BPBD Provinsi Riau, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mengapresiasi soliditas seluruh pemangku kepentingan dalam mengantisipasi potensi karhutla yang diperkirakan meningkat seiring kondisi musim kemarau dan fenomena El Nino.
"Tadi saya cek satu persatu, dan alhamdulillah saya lihat bahwa seluruh stakeholder yang ada, bersatu menghadapi potensi karhutla," kata Listyo usai meninjau kesiapan sejumlah stakeholder, termasuk stand PTPN IV PalmCo di SPN Pekanbaru.
Listyo juga mengingatkan seluruh personel yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, terutama pada periode musim kemarau.
Menurutnya, kondisi cuaca di Riau memiliki karakteristik yang perlu menjadi perhatian dalam upaya penanggulangan karhutla.
"Karena karhutla di Riau ini berbeda. Ada dua kali potensi karhutla. Salah satunya yang akan dihadapi adalah Juli hingga September 2026, yaitu El Nino atau kekeringan panjang. Saya ingatkan jajarannya agar mempersiapkan diri dengan lebih baik," kata Listyo.
Kapolri juga meminta tim Satgas Karhutla mempersiapkan sumber-sumber air sehingga ketersediaan air tetap terjaga apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
PTPN IV PalmCo Siapkan Peralatan Pemadam
Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menjelaskan bahwa PTPN IV PalmCo menyiapkan berbagai peralatan untuk mendukung penanggulangan karhutla di wilayah operasionalnya.
Peralatan tersebut antara lain tiga unit fire hose rubber red sepanjang 20 meter dengan diameter 2,5 inci, mesin bertekanan tinggi Shibaura tipe TF 745 M1, pesawat nirawak, Jet Nozzle 2, mesin chainsaw, first aid box, seragam pelindung, serta perlengkapan pendukung lainnya.
"Bapak Kapolri memberikan arahan yang sangat jelas bahwa pencegahan bencana Karhutla, terutama di Riau yang kini mulai dilanda El Nino, merupakan tanggung jawab bersama," kata Bambang.
Ia menegaskan, PTPN IV PalmCo, khususnya PTPN IV Regional III di Riau, akan terus mempertahankan kebijakan zero burning sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mencegah kebakaran di wilayah operasionalnya.
"Untuk itu, kami PTPN IV PalmCo, dan khususnya PTPN IV Regional III di Riau yang sejak awal berdiri selama tiga dekade silam, akan mempertahankan kebijakan zero burning dan areal kami yang bebas dari Karhutla," lanjut Bambang.
Andalkan Teknologi ARFINA Berbasis AI
Selain memperkuat peralatan dan personel pemadam karhutla di setiap wilayah operasional, PTPN IV PalmCo juga mengembangkan pendekatan berbasis teknologi informasi.
Sejak 2020, entitas tersebut menginisiasi sistem pemantauan titik api melalui dashboard aplikasi bernama ARFINA, singkatan dari Artificial Intelligence Fire Monitoring Integrated Ground Checking Nusantara.
Sistem yang dikembangkan oleh para planters PTPN IV tersebut digunakan untuk mendeteksi titik api, termasuk pada area buffer zone atau wilayah di luar kebun inti perusahaan.
Menurut penjelasan perusahaan, sistem tersebut mampu mendeteksi titik api hingga radius lima kilometer pada buffer zone. Pemanfaatan teknologi tersebut juga diarahkan untuk mendukung upaya pemantauan dan pencegahan kebakaran di sekitar wilayah operasional.
Selain teknologi dan kesiapan personel, PTPN IV Regional III juga memiliki sedikitnya 55 embung atau kolam penampungan air yang disiagakan sebagai salah satu sumber air untuk mendukung penanganan apabila terjadi kebakaran.
Bambang mengatakan kombinasi kebijakan zero burning, pemanfaatan teknologi ARFINA, kesiapan personel dan peralatan, serta keberadaan 55 embung menjadi bagian dari strategi PTPN IV PalmCo dalam memperkuat pencegahan karhutla.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bentuk partisipasi perusahaan dalam mendukung pemerintah menjaga kualitas lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla di Provinsi Riau.(Adv)*