Seputar Publik / Berita

Kebun Kopi Ijen, Warisan Lebih dari Seabad yang Terus Menghidupi Masyarakat

Dari jejak perkebunan era kolonial hingga pengelolaan PTPN I saat ini, kopi Ijen menjadi perpaduan sejarah, ekonomi, pengetahuan, dan ekosistem yang terus memberi kehidupan di lereng Pegunungan Ijen.
Hamparan kebun kopi di lereng Pegunungan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur. Lebih dari sekadar komoditas, perkebunan kopi menjadi bagian dari sejarah, mata pencaharian masyarakat, pengetahuan lintas generasi, sekaligus ekosistem yang terus dijaga. Hamparan kebun kopi di lereng Pegunungan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur. Lebih dari sekadar komoditas, perkebunan kopi menjadi bagian dari sejarah, mata pencaharian masyarakat, pengetahuan lintas generasi, sekaligus ekosistem yang terus dijaga.

Kawasan yang dikenal sebagai Biosite Kopi Bondowoso mencakup perkebunan negara dan perkebunan rakyat di Kecamatan Ijen dan Sumberwringin.

Kawasan Pegunungan Ijen-Raung menjadi salah satu sentra penting kopi Arabika di Jawa Timur.

Perkebunan di kawasan tersebut berada pada ketinggian sekitar 1.100–1.550 meter di atas permukaan laut, dengan karakter tanah vulkanik yang kaya unsur hara.

Udara pegunungan, ketinggian, iklim, dan praktik budidaya yang berlangsung lintas generasi turut membentuk karakter kopi yang khas.

Kopi Arabika dari kawasan ini dikenal memiliki keasaman yang menonjol, aroma intens, ukuran sedang, serta sentuhan rasa manis menyerupai cokelat.

Karakter tersebut memperkuat identitas Java Coffee sebagai kopi spesialti yang memiliki daya saing di pasar internasional. Kopi Arabika Bondowoso juga telah memperoleh perlindungan Indikasi Geografis sebagai pengakuan atas kekhasan produk yang berasal dari wilayah tersebut.

Namun, kekuatan kopi Ijen tidak hanya terletak pada cita rasa.

Di antara tanaman kopi terdapat berbagai tanaman penaung seperti suren, dadap, kayu manis, pinus, dan kayu putih.

Tulis Komentar

Komentar