Pada November tahun lalu, penulis berkesempatan mengunjungi kawasan Kebun dan Pabrik Kopi Ijen.
Kunjungan tersebut tidak sekadar menghadirkan pemandangan hamparan tanaman kopi. Di kawasan itu, jejak sejarah perkebunan berpadu dengan kehidupan pekerja, aktivitas ekonomi masyarakat, serta hubungan manusia dengan lingkungan di lereng Pegunungan Ijen.
Salah satu jejak sejarah terlihat pada bangunan di kompleks Jampit Guest House yang saat ini dikelola PTPN I Regional 5.
Bangunan yang didirikan pada 1927 tersebut masih menyimpan karakter arsitektur klasik peninggalan masa kolonial. Lantai kayu dan bentuk bangunannya menghadirkan suasana berbeda.
Bangunan itu bukan sekadar tempat beristirahat. Ia menjadi bagian dari sejarah panjang perkebunan yang masih dapat dilihat hingga hari ini.
Jejak pengembangan perkebunan juga berlanjut dari kawasan Blawan, yang pada masa lalu dikenal sebagai Mount Blau, hingga pembukaan perkebunan Kalisat/Jampit pada 1927.
Dari kawasan inilah kopi Ijen berkembang dan dikenal hingga pasar Eropa.
Komentar