Beranda
Seputar Publik / Berita

Kemendag Gandeng 19 Mitra, InaExport Diperkuat Jadi Ekosistem B2B untuk Dongkrak Ekspor

PTPN IV PalmCo menjadi salah satu mitra Kemendag dalam pengembangan ekspor komoditas perkebunan melalui ekosistem digital InaExport yang ditargetkan go live penuh pada 5 Oktober 2026.
Kemendag bersama 19 mitra menandatangani kesepakatan pengembangan ekosistem InaExport di Jakarta. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas akses pasar dan mendorong ekspor produk Indonesia, termasuk komoditas perkebunan PTPN IV PalmCo. Kemendag bersama 19 mitra menandatangani kesepakatan pengembangan ekosistem InaExport di Jakarta. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas akses pasar dan mendorong ekspor produk Indonesia, termasuk komoditas perkebunan PTPN IV PalmCo.

Seputarpublik.com || JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI menggandeng 19 mitra dari unsur instansi pemerintah, BUMN, perguruan tinggi, dan asosiasi industri untuk memperkuat ekosistem perdagangan ekspor melalui platform digital InaExport.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama yang berlangsung bersamaan dengan soft launching pengembangan platform InaExport di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Salah satu mitra yang terlibat adalah PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo).

Pengembangan InaExport diarahkan untuk memperluas akses pasar ekspor bagi produk dalam negeri, mulai dari pelaku UMKM hingga industri perkebunan berskala besar.

Platform yang sebelumnya lebih banyak berfungsi sebagai portal informasi satu arah tersebut kini dikembangkan menjadi ekosistem layanan ekspor terintegrasi sekaligus fasilitator transaksi Business-to-Business (B2B).

Kemendag Dorong Produk Lokal Menembus Pasar Global

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso mengatakan, Indonesia memiliki banyak produk berkualitas yang berpotensi dipasarkan ke berbagai negara. Namun, menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi pelaku usaha adalah menemukan akses pasar yang tepat.

Melalui pengembangan InaExport, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mempertemukan produk Indonesia dengan calon pembeli dari pasar global.

«“Kita mempunyai banyak produk yang bagus, tetapi kita perlu etalase untuk mempromosikannya. Melalui InaExport, kita menerapkan konsep discovery commerce, yaitu bagaimana produk-produk lokal kitalah yang secara aktif mencari pelanggan melalui algoritma digital,” kata Budi.»

Menurut Budi, kolaborasi dengan berbagai mitra diharapkan dapat memperkuat konektivitas antara produk dalam negeri dengan pasar, baik domestik maupun internasional.

“Kerja sama dengan para mitra hari ini adalah wujud kita jalan bareng, memastikan produk lokal bisa diserap maksimal baik di dalam negeri maupun diekspor ke mancanegara,” lanjutnya.

PTPN IV PalmCo Perkuat Ekspor Komoditas Perkebunan

Khusus kerja sama dengan PTPN IV PalmCo, kesepakatan dituangkan melalui dokumen Sinergi Pengembangan Ekspor Produk Perkebunan yang ditandatangani bersama Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag.

Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan dan perluasan pasar ekspor sejumlah komoditas perkebunan, antara lain kelapa sawit, teh, kopi, karet, dan gambir.

Kedua pihak juga menyepakati pelaksanaan program promosi dagang secara bersama sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan pasar internasional.

PTPN IV merupakan entitas bertahan (surviving entity) hasil penggabungan sejumlah anak usaha di lingkungan PTPN Group.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, perusahaan akan memanfaatkan kolaborasi lintas sektor tersebut untuk memperluas jaringan pasar internasional dan mendorong volume ekspor komoditas nasional.

«“Sebagai perusahaan yang fokus pada pengelolaan komoditas perkebunan, kepastian dan perluasan jaringan pasar internasional adalah sebuah keharusan,” ujar Jatmiko.»

Menurut Jatmiko, kerja sama dengan Ditjen PEN Kemendag memberikan akses terintegrasi ke dalam ekosistem InaExport.

Ia berharap komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, teh, dan kopi dapat lebih efisien terhubung dengan buyer internasional yang telah terverifikasi.

“Fokus kami ke depan adalah mengoptimalkan ruang lingkup promosi dagang bersama yang tertuang dalam kesepakatan agar realisasi ekspor perusahaan dapat tumbuh secara terukur,” jelasnya.

InaExport Hadirkan Lima Layanan Utama

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi menjelaskan bahwa InaExport kini dikembangkan dengan sejumlah layanan untuk mendukung kebutuhan eksportir.

Lima layanan utama tersebut meliputi asesmen Cek Ekspor, sandbox dan chatbot simulasi biaya atau kalkulator ekspor, layanan inquiry untuk mempertemukan permintaan buyer dengan eksportir, dashboard intelijen pasar, serta integrasi layanan pendukung seperti logistik dan pembiayaan.

Fajarini juga menyampaikan adanya peningkatan penggunaan platform sejak InaExport mulai mengalami transformasi dalam beberapa bulan terakhir.

“Hingga September 2026 ini, pengakses InaExport meningkat hampir 500 persen dari tahun sebelumnya, yakni mencapai 866.000 pengakses dengan 15.000 anggota yang sudah terverifikasi,” terang Fajarini.

Menurutnya, penandatanganan kerja sama dengan 19 mitra ditujukan untuk menghubungkan data informasi, program pembinaan, serta fasilitas promosi dari berbagai institusi dalam satu ekosistem.

“Kami menargetkan platform digital ini akan go live secara penuh pada 5 Oktober mendatang,” tambahnya.

Perluas Akses Eksportir ke Buyer Internasional

Pengembangan InaExport diharapkan dapat membantu pelaku usaha menghadapi sejumlah tantangan dalam kegiatan ekspor.

Mulai dari pemetaan pasar, pemahaman terhadap regulasi, hingga akses langsung kepada pembeli di luar negeri menjadi bagian dari kebutuhan eksportir yang ingin memperluas pasar.

Kolaborasi Kemendag dengan 19 mitra, termasuk PTPN IV PalmCo, diarahkan untuk memperkuat konektivitas tersebut melalui satu ekosistem digital.

Dengan pengembangan InaExport menjadi platform layanan ekspor terintegrasi, pemerintah dan para mitra berharap akses pelaku usaha Indonesia terhadap informasi pasar, calon buyer, promosi dagang, serta layanan pendukung ekspor dapat semakin terkoneksi.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas penetrasi produk Indonesia ke pasar global melalui pemanfaatan teknologi digital.(Red.)*