Seputar Publik / Berita

Khitanan Massal Jakarta Pecahkan Rekor MURI, Gubernur Pramono Anung Targetkan 5.000 Peserta pada HUT ke-500 Jakarta

Program CSR PAM JAYA bersama TP PKK DKI Jakarta diikuti 2.445 anak, melampaui target awal dan menjadi tonggak pelayanan kesehatan sosial menuju peringatan 500 tahun Kota Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat hadir pada penutupan Khitanan Massal Jakarta di Balai Kota, setelah program sosial yang digelar PAM JAYA bersama TP PKK DKI Jakarta berhasil diikuti 2.445 anak dan melampaui target peserta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat hadir pada penutupan Khitanan Massal Jakarta di Balai Kota, setelah program sosial yang digelar PAM JAYA bersama TP PKK DKI Jakarta berhasil diikuti 2.445 anak dan melampaui target peserta.

Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas, mudah dijangkau, dan berkeadilan menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Jakarta yang sehat, produktif, dan memiliki daya saing.

Menurut Pramono, penghargaan Rekor MURI bukan sekadar simbol pencapaian, tetapi menjadi motivasi bagi Pemprov DKI Jakarta untuk terus menghadirkan program-program sosial yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Menjelang peringatan HUT ke-500 Kota Jakarta pada 2027, Pramono menargetkan penyelenggaraan Khitanan Massal dengan skala yang lebih besar. Ia meminta PAM JAYA mulai mempersiapkan pelaksanaan tahun depan dengan target 5.000 peserta.

> "Semakin banyak program sosial yang lahir dari semangat gotong royong, semakin besar pula manfaat yang dirasakan masyarakat," katanya.

Selain memperluas layanan kesehatan, Pemprov DKI Jakarta juga tengah menyiapkan sejumlah program pelayanan publik untuk menyambut peringatan lima abad Jakarta. Di antaranya rencana tarif transportasi umum sebesar Rp1 dan akses gratis ke sejumlah destinasi wisata milik Pemprov DKI Jakarta selama lima hari perayaan.

Menurut Pramono, kebijakan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat sekaligus diharapkan dapat meningkatkan mobilitas warga serta mendorong pertumbuhan perekonomian Jakarta.

Tulis Komentar

Komentar