Berdasarkan hasil penerapan yang dilakukan, alat tersebut dapat berfungsi dalam mendeteksi indikasi kebocoran gas dan mengirimkan notifikasi peringatan secara langsung ke HP pengguna.
Penerapan ini menjadi salah satu alternatif sistem peringatan dini sehingga masyarakat memiliki informasi tambahan mengenai kondisi gas dan tidak hanya mengandalkan penciuman untuk mengetahui adanya indikasi kebocoran.
KKM Kelompok 2 Universitas Bina Bangsa berharap penerapan alat pendeteksi kebocoran gas tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya keselamatan dalam penggunaan LPG.
Ke depan, sistem tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga kemampuan pemantauan dan pemberian peringatan kepada pengguna dapat semakin efektif.(Red)*
Komentar