Seputarpublik.com || SERANG BANTEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 2 Universitas Bina Bangsa (Uniba) melaksanakan kegiatan penerapan alat pendeteksi kebocoran gas sebagai salah satu upaya meningkatkan keselamatan masyarakat dalam penggunaan gas LPG.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 14–20 Agustus 2026 di Lingkungan Graha Dalung Residence, RW 06, Kelurahan Dalung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.
Penerapan teknologi tersebut dilakukan sebagai respons terhadap risiko kebocoran gas LPG yang dapat menimbulkan berbagai bahaya apabila tidak segera diketahui dan ditangani.
Melalui alat pendeteksi kebocoran gas, masyarakat diharapkan dapat memperoleh peringatan lebih awal ketika terdapat indikasi kebocoran sehingga dapat mengambil langkah pencegahan secara cepat dan tepat.
Dalam penerapannya, alat tersebut dapat mendeteksi indikasi kebocoran gas dan mengirimkan notifikasi peringatan secara langsung ke telepon seluler (HP) pengguna.
Dengan sistem tersebut, pengguna dapat mengetahui adanya indikasi kebocoran meskipun tidak berada tepat di dekat sumber gas. Informasi tersebut dapat menjadi peringatan awal bagi pengguna untuk segera melakukan tindakan keselamatan yang diperlukan.
Mahasiswa Berikan Edukasi kepada Warga
Selain menerapkan perangkat pendeteksi, mahasiswa KKM Kelompok 2 juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai fungsi alat, cara penggunaannya, serta langkah yang perlu dilakukan ketika menerima notifikasi peringatan.
Edukasi tersebut diberikan agar masyarakat tidak hanya mengenal teknologi yang diterapkan, tetapi juga memahami pentingnya tindakan keselamatan ketika terdapat indikasi kebocoran gas LPG.
Penerapan alat pendeteksi kebocoran gas menjadi bagian dari program KKM Kelompok 2 dalam menghadirkan kegiatan yang diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain memperkenalkan pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan tersebut juga mendorong masyarakat untuk semakin memperhatikan aspek keselamatan dalam penggunaan LPG, baik di rumah maupun lingkungan sekitar.
Jadi Alternatif Sistem Peringatan Dini
Berdasarkan hasil penerapan yang dilakukan, alat tersebut dapat berfungsi dalam mendeteksi indikasi kebocoran gas dan mengirimkan notifikasi peringatan secara langsung ke HP pengguna.
Penerapan ini menjadi salah satu alternatif sistem peringatan dini sehingga masyarakat memiliki informasi tambahan mengenai kondisi gas dan tidak hanya mengandalkan penciuman untuk mengetahui adanya indikasi kebocoran.
KKM Kelompok 2 Universitas Bina Bangsa berharap penerapan alat pendeteksi kebocoran gas tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya keselamatan dalam penggunaan LPG.
Ke depan, sistem tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga kemampuan pemantauan dan pemberian peringatan kepada pengguna dapat semakin efektif.(Red)*