Ketua RMI NU Jepara, Muhammad Idlom Dzulqurnain, MSI, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya program “WARIS SEHAT.” Menurutnya, pesantren saat ini menghadapi tantangan mendasar: menjaga kesehatan para santri serta memberikan pemahaman yang benar tentang hukum Islam, khususnya waris.
“Pesantren membutuhkan dukungan nyata dalam dua hal mendasar: kesehatan santri dan literasi hukum. Program ini akan sangat membantu kami dalam mendorong pelatihan santri dan penguatan lembaga pesantren,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa kebutuhan literasi hukum dan kesehatan bukan lagi hal sekunder, tetapi sudah menjadi fondasi penting dalam membangun daya saing pesantren di era modern.
Keunikan dari program ini terletak pada metode penyampaian materi. Selain tatap muka, tim pelaksana memanfaatkan E-booklet interaktif agar santri dapat mengakses kembali materi secara mandiri. Hal ini diharapkan menjadi media belajar yang lebih modern, efisien, dan sesuai dengan gaya belajar generasi muda pesantren saat ini.
Komentar