Beranda
Seputar Publik / Nusantara

Kunjungan Iriana Jokowi Bersama OASE - KIM Ke Pantai Elak - elak Sekotong

Seputar Publik. Lombok Barat – Kunjungan Iriana Joko Widodo di Pantai Elak -elak Sekotong, Lombok Barat, disambut antusias oleh masyarakat setempat, terutama anak-anak. Kegiatan tersebut dimulai dengan panen mutiara; dilanjutkan dengan edukasi daur ulang sampah; transplantasi karang; aksi bersih pantai; serta pelepasan 300 ekor tukik ke laut.Pada Kamis (30/5/2924).

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaksanakan program edukasi daur ulang bagi siswa-siswi Sekolah Dasar di Nusa Tenggara Barat (NTB). Program ini bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya mengurangi sampah plastik demi menjaga kesehatan laut.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut (Dirjen PKRL), Victor Gustaaf Manoppo, menjelaskan bahwa edukasi ini diharapkan dapat mengubah pandangan generasi muda terhadap sampah plastik; dari yang semula dianggap sebagai limbah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis setelah diolah.

“KKP berharap melalui edukasi ini, generasi muda dapat lebih peduli terhadap kelestarian laut dengan mengelola sampah plastik secara bijak; sekaligus mendukung Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS),” ujar Victor.

Victor juga menambahkan bahwa edukasi ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekolah dan masyarakat setempat melalui pengelolaan sampah yang bernilai ekonomis.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kunjungan kerja Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM), yang dilaksanakan pada 30 Mei 2024 di Desa Sekotong.

Theo Setiadi Suteja, ketua The Griya Lombok dan pemilik sekaligus ketua kelompok rumah kertas satu-satunya di Indonesia, yang mengedukasi masyarakat tentang cara mengolah sampah kertas di Sekotong, Lombok Barat, NTB, menyatakan bahwa pengolahan sampah sangat penting untuk dijadikan berbagai macam jenis souvenir dan perabotan rumah tangga.

“Pusat edukasi pengolahan limbah sampah kertas kami mendapatkan bahan baku dari limbah sampah rumah tangga,” jelas Theo.

Pengolahan sampah kertas memerlukan waktu minimal dua hari dan maksimal satu bulan sejak dari sampah kertas sampai menjadi barang jadi, seperti asbak, meja, souvenir, dan lainnya.

(Yyt)