Selain didukung penguatan harga rata-rata CPO yang mencapai Rp14.223 per kilogram atau naik 10,4 persen dibandingkan tahun 2024, perusahaan juga berhasil mengoptimalkan momentum tersebut melalui peningkatan volume penjualan CPO serta pengendalian biaya operasional.
> "Pengendalian biaya dan peningkatan produksi menjadi tulang punggung perusahaan. Fundamental inilah yang membuat kenaikan harga CPO sekitar 10 persen mampu menghasilkan lonjakan laba hingga 90 persen di tengah berbagai tantangan," jelasnya.
Profitabilitas Tertinggi Sejak Transformasi
Dalam tiga tahun terakhir, PalmCo mencatat tren pertumbuhan laba yang konsisten. Setelah membukukan laba bersih Rp2,53 triliun pada 2023, meningkat menjadi Rp3,72 triliun pada 2024, perusahaan kembali mencatat lonjakan signifikan menjadi Rp7,08 triliun pada 2025.
Perseroan menyebut capaian tersebut sebagai tingkat profitabilitas tertinggi selama masa transformasi perusahaan.
Selain laba bersih, indikator keuangan lainnya juga menunjukkan pertumbuhan positif. Nilai EBITDA meningkat menjadi Rp13,27 triliun, naik sekitar 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp9,09 triliun. Sementara itu, tingkat Return on Assets (ROA) mencapai 9,2 persen.
Produksi CPO Meningkat
Komentar